Respons Pemerintah Dinilai Tidak Solid
Respons pemerintah terhadap surat investor China tersebut juga dinilai belum satu suara.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyebut surat itu sebagai hal yang wajar dalam dinamika investasi.
“Itu hal yang wajar-wajar saja,” ujarnya di kantor BKPM.
Namun, pernyataan berbeda datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan pemerintah akan tetap menjalankan aturan sesuai kepentingan nasional.
Perbedaan nada respons tersebut dinilai sejumlah pengamat justru memperlihatkan belum solidnya komunikasi pemerintah dalam menangani isu investasi strategis.
Alarm untuk Iklim Investasi
Surat terbuka investor China ini dinilai menjadi alarm keras bagi Indonesia, terutama karena China selama ini merupakan salah satu investor terbesar di sektor strategis seperti nikel, kendaraan listrik, hingga smelter.
Jika persoalan regulasi, kepastian hukum, dan tata kelola tidak segera dibenahi, kekhawatiran terbesar adalah melambatnya arus investasi baru serta meningkatnya ketidakpastian dunia usaha di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini