Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Investor China Kirim “Surat Peringatan” ke Prabowo, Iklim Investasi Indonesia Disorot Keras

investor china
Prabowo saat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (24/5/2026) malam. (Foto: rm.id)

Jakarta, Sinata.id  – Surat resmi dari Kamar Dagang China di Indonesia atau China Chamber of Commerce in Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik setelah beredar luas sejak Selasa (12/5/2026).

Isi surat tersebut dinilai bukan sekadar keluhan biasa, melainkan sinyal serius bahwa kepercayaan investor terhadap iklim usaha Indonesia mulai mengalami keretakan.

Advertisement

Kalangan pengusaha nasional pun ikut angkat bicara. Mereka menilai berbagai persoalan yang disampaikan investor China sebenarnya sudah lama dirasakan pelaku usaha domestik.

Soroti Regulasi hingga Dugaan Pemerasan

Dalam surat tersebut, CCCI menyoroti sejumlah persoalan yang disebut mengganggu operasional perusahaan-perusahaan China di Indonesia.

Beberapa isu utama yang disampaikan antara lain,  kenaikan royalti sumber daya mineral, pemeriksaan pajak yang dinilai semakin agresif, aturan devisa hasil ekspor (DHE), pengurangan kuota bijih nikel, hingga dugaan pemerasan oleh oknum aparat dan otoritas tertentu.

Investor China juga menyoroti perubahan mendadak pada kebijakan Harga Patokan Mineral yang disebut menyebabkan lonjakan biaya operasional bijih nikel hingga 200 persen.

Selain itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan disebut menjatuhkan denda hingga US$180 juta kepada sejumlah perusahaan investasi China terkait izin kawasan hutan.

CCCI memperingatkan, jika situasi tersebut terus berlanjut maka dampaknya dapat mengancam lebih dari 400 ribu pekerja di rantai industri nikel Indonesia.

Pengusaha Lokal: Kami Sudah Lama Mengalami

Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Indonesia, Danang Girindrawardana, mengatakan berbagai persoalan yang dikeluhkan investor China bukan hal baru bagi pengusaha nasional.

“Wajar saja jika kalangan pengusaha China mengeluhkan beberapa persoalan pelayanan publik Indonesia yang tercantum dalam surat itu,” ujar Danang.

Menurutnya, pelaku usaha domestik selama ini juga menghadapi berbagai hambatan seperti pemeriksaan pajak yang memberatkan, perubahan regulasi yang mendadak, hingga praktik pemerasan oleh oknum aparat.

Danang menyebut berbagai masukan tersebut sebenarnya sudah berkali-kali disampaikan kepada pemerintah, baik melalui surat resmi maupun forum rapat bersama kementerian.

Namun, banyak di antaranya dinilai belum mendapat respons memadai.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini