Tapanuli Selatan, Sinata.id – Pascabencana banjir dan longsor tahun lalu, gerakan PKK di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mulai diarahkan sebagai motor pemulihan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Hal itu mengemuka pada kegiatan Supervisi Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 2026 yang dilakukan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara di Aula Sarasi Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Jumat, (8/5/2026).
Ketua TP PKK Tapanuli Selatan Murni Gus Irawan Pasaribu mengatakan dampak banjir dan longsor pada November 2025 masih dirasakan sebagian masyarakat, terutama warga yang kehilangan lahan pertanian dan sumber penghasilan.
Karena itu, TP PKK Tapanuli Selatan mulai menyiapkan pelatihan peningkatan ekonomi keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK bagi warga terdampak yang kini tinggal di hunian tetap dan hunian sementara.
“Pemulihan masyarakat tidak cukup hanya dengan bantuan sosial. Keluarga harus kembali memiliki kemampuan ekonomi agar bisa mandiri,” ujar Murni.
Program tersebut direncanakan berjalan dengan dukungan dana TKD (Transfer Keuangan Daerah) yang bersumber dari APBN. Fokusnya bukan hanya membantu warga bertahan, tetapi juga membangun sumber pendapatan baru berbasis rumah tangga.
Dalam supervisi itu, Tim PKK Sumut juga melakukan pembinaan terhadap sejumlah desa binaan yang mengikuti lomba HKG PKK 2026.
Desa-desa tersebut menjadi contoh penerapan program pemberdayaan keluarga mulai dari pola asuh anak, administrasi PKK, pemanfaatan pekarangan pangan, hingga kesehatan perempuan melalui IVA Test.
Sekretaris I TP PKK Sumatera Utara, Budi Prayogi, yang membacakan sambutan Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu Bobby Nasution, menegaskan gerakan PKK harus mampu menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, tema HKG PKK 2026 yakni “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, dan Wujudkan Indonesia Emas 2045” menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan nasional.
“PKK harus hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan,” katanya.
Selain pembinaan lapangan, PKK Sumut juga memperkenalkan aplikasi SIPANDA atau Sistem Informasi Pelaporan Data PKK Sumut. Aplikasi itu diharapkan mempercepat sistem pendataan dan pelaporan kader secara digital hingga tingkat desa.
Wakil Bupati Tapanuli Selatan Jafar Syahbuddin Ritonga menilai PKK memiliki posisi penting karena menjadi salah satu organisasi yang paling dekat dengan masyarakat hingga ke tingkat lingkungan.
Menurut dia, tantangan pembangunan ke depan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kemampuan keluarga menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan sosial.
“Kalau keluarga kuat, maka daerah juga akan kuat,” ujarnya.
Kegiatan supervisi berlangsung semarak dengan penampilan yel-yel dari desa binaan.
Namun di balik suasana meriah itu, pesan utama yang dibawa PKK Sumut cukup jelas,yakni, pemberdayaan keluarga kini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan daerah pascabencana sekaligus investasi menuju Indonesia Emas 2045. (SN18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini