Jakarta, Sinata.id – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai pengaruh politik Joko Widodo atau Jokowi dalam kontestasi politik tidak lagi sekuat pada periode sebelumnya.
Menurut Pangi, perubahan sentimen publik terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terutama menjelang Pemilu 2029.
Ia menilai masyarakat kini mulai lebih kritis dalam mengevaluasi hasil pemerintahan Jokowi selama 10 tahun terakhir.
“Justru hari ini orang memaki, men-downgrade, dan mencaci Jokowi di media sosial. Jadi kita lihat nanti, namanya usaha ya enggak apa-apa. Namanya keyakinan usaha, coba saja, semoga berhasil,” ujar Pangi kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026).
Meski demikian, Pangi mengakui Jokowi masih memiliki pengaruh politik bagi PSI maupun kelompok relawan Projo. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan figur Jokowi bukan jaminan meraih hasil maksimal dalam pemilihan umum.
Ia mencontohkan PSI pada Pemilu 2024 yang mengusung narasi “Jokowisme”, tetapi tetap gagal memenuhi ambang batas parlemen untuk masuk DPR.
“Karena mungkin waktu itu Jokowinya belum turun gunung. Nah, sekarang katanya Jokowi mau langsung kampanye 24 jam tanpa tidur dari Sabang sampai Merauke, menyapa dan bertemu masyarakat,” kata Pangi.
Menurutnya, ketergantungan PSI dan Projo terhadap figur Jokowi hingga saat ini masih cukup tinggi.
“Sejauh yang kita cermati, Jokowi effect dianggap lebih besar daripada efek Projo maupun PSI sendiri. Jadi ketergantungan PSI dan Projo terhadap Jokowi masih relatif tinggi,” ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan siap turun langsung membantu PSI hingga ke tingkat kecamatan demi memperkuat struktur partai di seluruh Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sabtu (31/1/2026).
“Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, kabupaten/kota, bahkan sampai tingkat kecamatan,” kata Jokowi.
Ia menegaskan kekuatan partai politik terletak pada struktur organisasi yang aktif bekerja di tengah masyarakat.
Selain itu, Jokowi juga meminta seluruh kader PSI memiliki militansi dan kerja keras dalam membesarkan partai.
“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya juga akan bekerja mati-matian,” tegas Jokowi. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini