Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Delapan Korban Helikopter PK-CFX Dievakuasi, Basarnas Serahkan ke Keluarga

delapan korban helikopter pk-cfx dievakuasi, basarnas serahkan ke keluarga
Warga melihat puing-puing Helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh. (antara)

Pontianak, Sinata.id — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan seluruh korban kecelakaan helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX di wilayah hutan Sekadau, Kalimantan Barat, telah berhasil dievakuasi.

Saat ini, proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga tengah berlangsung setelah melalui tahapan identifikasi.

Advertisement

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, membenarkan bahwa proses tersebut sedang berjalan.

“Benar, saat ini sedang dalam proses penyerahan kepada pihak keluarga,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Edy juga mengungkapkan bahwa satu dari delapan korban merupakan warga negara asing (WNA) asal Malaysia.

Sebelumnya, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, menyampaikan bahwa seluruh penumpang dan kru yang berada di dalam helikopter tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga  Kecelakaan Maut Nyaris Terjadi di Jalan Siantar-Parapat

“Total delapan orang di dalam pesawat, terdiri atas dua kru dan enam penumpang. Seluruhnya meninggal dunia,” katanya.

Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Proses Evakuasi di Lokasi Sulit

Berdasarkan laporan Kantor SAR Pontianak, proses evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan hutan di Kabupaten Sanggau.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari puing-puing helikopter pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan pemindahan jenazah ke Posko Lapangan yang selesai pada Jumat pukul 05.00 WIB.

Selanjutnya, delapan jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Yonif 642/Kapuas di Sanggau, sebelum diterbangkan ke Pontianak guna mempercepat penanganan medis dan proses identifikasi.

Baca Juga  OTT Bupati Pekalongan: KPK Sita Kendaraan dan Barang Bukti Elektronik

Kronologi dan Identitas Korban

Helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis pagi saat terbang dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, korban terdiri atas pilot Capt. Marindra W, teknisi Harun Arasyd, serta enam penumpang yakni Patrick, Victor, Charles, Joko, Fauzie, dan Sugito.

KNKT Lakukan Investigasi

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Investigator KNKT, Dian Saputra, menyampaikan bahwa laporan awal (preliminary report) ditargetkan terbit dalam waktu 30 hari sejak kejadian.helikopter jatuh

“Dalam 30 hari kami akan mengeluarkan laporan awal yang berisi data faktual hasil investigasi,” ujarnya.

Baca Juga  Ibu Tiri di Sukabumi Diamankan Polisi Usai Bocah 12 Tahun Tewas

Laporan akhir yang memuat penyebab pasti kecelakaan diperkirakan akan dirilis dalam waktu hingga 12 bulan.

Menurutnya, investigasi difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, termasuk kondisi cuaca dan performa mesin sebelum kecelakaan terjadi.

Namun, proses investigasi menghadapi kendala karena helikopter tersebut tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR).

Sebagai alternatif, KNKT akan mengandalkan data dari engine data recorder serta mengumpulkan informasi tambahan dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman visual yang dapat membantu rekonstruksi peristiwa.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan karena proses analisis masih berlangsung. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini