Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Wakapolri Akui Respons Darurat Polri Lambat, Warga Lebih Pilih Hubungi Damkar

wakil kepala polri komjen dedi prasetyo mengakui masyarakat kini lebih banyak menghubungi dinas pemadam kebakaran (damkar) dibanding kepolisian karena dianggap lebih cepat menangani laporan mendesak.
Wakapolri Komjen Dedi

Jakarta, Sinata.id – Kepolisian Republik Indonesia tengah menghadapi sorotan serius terkait lambatnya respons layanan darurat. Wakil Kepala Polri Komjen Dedi Prasetyo mengakui masyarakat kini lebih banyak menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dibanding kepolisian karena dianggap lebih cepat menangani laporan mendesak.

Pengakuan itu disampaikan Dedi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI. Ia menyebut waktu respons Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) masih berada di atas standar internasional.

Advertisement

β€œStandar dari PBB adalah penanganan di bawah 10 menit, sementara kami masih melebihi itu,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Kondisi ini, kata Dedi, membuat masyarakat beralih ke Damkar yang dinilai lebih sigap menerima dan memproses laporan darurat.

Baca Juga  Komdigi Hapus Video Amien Rais, Dinilai Picu Misinformasi dan Ujaran Kebencian

β€œWarga merasa lebih nyaman melapor ke Damkar karena respons mereka lebih cepat,” ungkapnya.

Polri menargetkan perbaikan cepat dengan fokus pada optimalisasi nomor layanan darurat 110 sebagai lini terdepan penanganan keluhan publik.

Wakapolri menuturkan lembaganya berkomitmen menekan waktu respons agar memenuhi standar PBB, termasuk melalui peningkatan kinerja SPKT di seluruh wilayah.

β€œLewat penyesuaian dan penguatan layanan 110, kami berharap seluruh aduan dapat ditangani kurang dari 10 menit,” kata Dedi.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama Polri dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Perbaikan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, dan modernisasi sistem informasi akan menjadi bagian dari reformasi berkelanjutan.

Dedi menyatakan kualitas pelayanan adalah faktor utama pembentuk citra kepolisian. Evaluasi ini, kata dia, harus menjadi langkah nyata Polri agar kembali dipercaya sebagai institusi utama dalam penanganan situasi darurat. (*)

Baca Juga  Bupati Fery Tutup Forum RKPD, Fokus Dorong Ekonomi dan Pariwisata Labusel

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini