Jakarta, Sinata.id – Kepunahan Neanderthal selama ini menjadi salah satu misteri besar dalam sejarah evolusi manusia.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan bahwa Neanderthal tidak benar-benar punah, melainkan berbaur secara genetik dengan Homo sapiens.
Mengacu pada laporan ScienceAlert, para ilmuwan mengembangkan model matematis yang mengindikasikan bahwa populasi Neanderthal perlahan “menghilang” karena terserap melalui kawin campur dengan manusia modern. Proses ini diperkirakan berlangsung selama 10.000 hingga 30.000 tahun.
Peran Kawin Campur dan Genetic Drift
Penelitian yang dipimpin oleh Andrea Amadei dari Universitas Roma Tor Vergata, Italia, mengungkap bahwa interaksi antara Neanderthal dan Homo sapiens terjadi secara intens.
Bukti dari proses ini masih terlihat hingga saat ini, di mana manusia modern membawa sekitar 1 hingga 4 persen DNA Neanderthal.
Selain kawin campur, faktor genetic drift atau perubahan frekuensi gen secara acak dalam populasi juga berperan dalam memudarnya jejak Neanderthal.
Menariknya, simulasi menunjukkan hasil serupa meskipun gen Neanderthal tidak dianggap memberikan keunggulan tertentu. Jika ada gen yang menguntungkan, proses penyerapan genetik tersebut kemungkinan berlangsung lebih cepat.
Migrasi dan Penyerapan Populasi
Temuan ini sejalan dengan bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa penurunan populasi Neanderthal terjadi secara bertahap, bukan akibat kepunahan mendadak.
Para ilmuwan meyakini bahwa Homo sapiens telah keluar dari Afrika lebih awal dari perkiraan sebelumnya, bahkan mungkin lebih dari 200.000 tahun lalu. Migrasi ke Eropa terjadi dalam beberapa gelombang.
Setiap gelombang migrasi tersebut membawa dampak besar terhadap populasi lokal. Jumlah Neanderthal yang relatif lebih kecil membuat mereka perlahan terserap oleh populasi Homo sapiens yang lebih besar.
Kemiripan dengan Manusia Modern
Sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa perbedaan antara Neanderthal dan Homo sapiens tidak sebesar yang selama ini diperkirakan.
Keduanya memiliki banyak kesamaan, baik dari segi kemampuan maupun perilaku. Neanderthal diketahui mampu membuat alat-alat kompleks, menghasilkan seni gua, serta menggunakan api.
Dalam hal komunikasi, mereka juga diduga memiliki kemampuan yang cukup maju.
Bukan Satu-satunya Faktor
Meski teori “peleburan genetik” semakin menguat, para peneliti menegaskan bahwa hilangnya Neanderthal kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Perubahan lingkungan, terbatasnya keragaman genetik, serta persaingan dengan Homo sapiens tetap menjadi faktor yang turut berperan.
Selain itu, model matematis yang digunakan dalam penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena didasarkan pada sejumlah asumsi.
Penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa Neanderthal mungkin tidak benar-benar punah, melainkan menjadi bagian dari garis keturunan manusia modern melalui proses percampuran genetik.
Temuan ini sekaligus memperkaya pemahaman tentang perjalanan panjang evolusi manusia di masa lalu. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini