Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

RUU Pemilu Mandek, Kepastian Demokrasi Dipertaruhkan Jelang 2029

ruu pemilu
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow. (Foto: IG)

Jakarta, Sinata.id  — Waktu menuju Pemilu 2029 terus berjalan, namun hingga kini pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu belum juga menunjukkan perkembangan berarti.

Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, mengingat revisi regulasi dinilai krusial untuk memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia.

Advertisement

Dalam kalender politik, tiga tahun bukanlah waktu yang panjang untuk menyiapkan sistem pemilu yang matang.

Apalagi, hasil evaluasi Pemilu 2024 mencatat sejumlah persoalan mendasar, mulai dari kompleksitas desain keserentakan, tingginya beban kerja penyelenggara, hingga kualitas representasi politik yang belum optimal.

Di sisi lain, sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final dan mengikat juga menuntut segera diintegrasikan ke dalam UU Pemilu.

Salah satunya adalah Putusan MK Nomor 135/2024 yang berdampak langsung pada desain sistem pemilu ke depan.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini