Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

RUU Pemilu Mandek, Kepastian Demokrasi Dipertaruhkan Jelang 2029

ruu pemilu
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow. (Foto: IG)

Minim Transparansi

Selain lambannya pembahasan, minimnya transparansi dalam proses legislasi juga menjadi sorotan.

Publik dinilai belum mendapatkan akses yang memadai untuk ikut berpartisipasi dalam penyusunan UU Pemilu.

Advertisement

Padahal, sebagai fondasi utama demokrasi, regulasi tersebut seharusnya disusun secara terbuka, akuntabel, dan melibatkan masyarakat luas.

Tepi Indonesia pun menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

  • Mendesak DPR dan pemerintah segera memulai pembahasan RUU Pemilu
  • Mengintegrasikan seluruh putusan MK, khususnya Putusan Nomor 135/2024
  • Menjamin proses legislasi yang transparan dan partisipatif.

Jeirry menegaskan, penundaan hanya akan memperbesar risiko ketidakpastian hukum dan melemahkan kepercayaan publik terhadap demokrasi.

Di tengah waktu yang terus berjalan, polemik RUU Pemilu menjadi ujian serius bagi komitmen negara dalam menjaga kualitas demokrasi.

Tanpa langkah konkret, bukan hanya kualitas pemilu yang dipertaruhkan, tetapi juga legitimasi sistem demokrasi itu sendiri. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini