Jakarta, Sinata.id – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) berada dalam kondisi aman menjelang periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Meski memprediksi adanya lonjakan konsumsi, perusahaan plat merah ini meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi dan menghindari pembelian berlebih (panic buying).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa pola distribusi energi telah diatur secara terukur guna memenuhi kebutuhan nasional.
Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan praktik penimbunan BBM maupun LPG yang dapat mengganggu stabilitas pasokan di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan. Stok energi dijaga tetap aman. Tindakan penimbunan merupakan pelanggaran ketentuan yang berlaku dan memiliki konsekuensi hukum,” ujar Roberth dalam keterangan resminya, kemarin.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat, Pertamina menyiagakan empat pilar layanan utama yang mencakup ketersediaan energi, pemetaan wilayah atensi, program promosi, serta layanan tambahan.
Upaya penguatan ini meliputi peningkatan stok (build up stock), optimalisasi sarana distribusi, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Baca: http://Pernyataan Bahlil Soal Stok BBM Merupkan Keterbukaan Pemerintah ke Publik
Manajemen Pertamina menggunakan sistem Pertamina Digital Hub untuk memantau penyaluran energi secara real-time dari hulu hingga ke hilir.
Langkah ini didukung oleh koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian terkait hingga mitra bisnis internasional, demi memastikan sistem monitoring berjalan optimal.
Sebaran Infrastruktur Siaga
Dalam menghadapi arus mudik dan balik, Pertamina Patra Niaga mengerahkan ribuan fasilitas layanan di berbagai titik strategis, terutama di jalur tol, kawasan wisata, dan lintas utama.
Di antaranya, menyiagakan 7.885 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dengan 2.074 di antaranya beroperasi selama 24 jam.
Selain itu, sebanyak 6.777 unit Pertashop juga disiapkan untuk melayani distribusi BBM di wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Untuk penyaluran LPG, Pertamina menyiagakan 6.662 agen, dengan 6.300 di antaranya beroperasi sepanjang hari.
Fasilitas penunjang lainnya yang turut disiapkan meliputi 757 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) serta 223 agen penyalur minyak tanah.
Di sejumlah jalur dengan potensi mobilitas tinggi seperti ruas tol, kawasan wisata, dan jalur lintas utama, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan layanan tambahan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi.
Layanan tersebut mencakup pengoperasian SPBU siaga 24 jam, penyediaan 96 unit layanan modular BBM, serta 62 Kios Pertamina Siaga yang tersebar di 64 titik lokasi.
Selain itu, sebanyak 200 unit mobil tangki BBM disiagakan untuk mendukung distribusi apabila terjadi lonjakan permintaan di lapangan.
Roberth mengapresiasi dukungan dari pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional di tengah tantangan peningkatan konsumsi menjelang hari raya. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini