Sinata.id β Pergerakan harga batu bara kembali melemah dan memicu tanda tanya di kalangan pelaku pasar. Komoditas energi yang selama ini menjadi tulang punggung pembangkit listrik global itu terlihat kehilangan tenaga, tepat saat pasar mulai membaca arah baru transisi energi dunia.
Pada perdagangan Senin (22/12/2025), kontrak batu bara pengiriman terdekat di ICE Newcastle ditutup di level US$108,25 per ton. Posisi ini mencerminkan penurunan tipis dari akhir pekan lalu sekaligus menandai harga terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir.
Tekanan terhadap βsi batu hitamβ tak lepas dari laporan terbaru International Energy Agency (IEA) yang menjadi sorotan pasar. Lembaga energi dunia itu memproyeksikan konsumsi batu bara global tahun ini masih meningkat dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Baca Juga:Β Harga CPO Bursa Malaysia Kembali Menguat, Pasar Baca Peluang Rebound Jangka Pendek
Namun, euforia tersebut dinilai hanya bersifat sementara. IEA memperingatkan bahwa pertumbuhan permintaan akan melambat dalam beberapa tahun ke depan, sebelum akhirnya mencapai puncak di sekitar tahun 2030. Setelah itu, peran energi terbarukan diperkirakan semakin dominan dan menggeser posisi batu bara secara bertahap.
China, sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia, menjadi faktor kunci dalam proyeksi tersebut. IEA memperkirakan permintaan Negeri Tirai Bambu cenderung stagnan hingga menurun dalam lima tahun mendatang, seiring percepatan penggunaan energi bersih dan efisiensi energi.
Lantas, bagaimana arah harga batu bara pada perdagangan Selasa (23/12/2025)? Apakah tekanan masih berlanjut, atau justru ada peluang teknikal untuk bernapas sejenak?
Dari sisi analisis teknikal harian, tren batu bara masih berada di area lemah. Relative Strength Index (RSI) tercatat berada di bawah level netral, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda, meski belum masuk fase ekstrem.
Di sisi lain, indikator Stochastic RSI sudah turun jauh ke area jenuh jual. Kondisi ini kerap dibaca sebagai sinyal bahwa ruang penurunan mulai terbatas, meski belum tentu langsung diikuti reli kuat.
Untuk perdagangan hari ini, pergerakan harga diperkirakan cenderung terbatas. Area US$109β110 per ton menjadi zona pengujian terdekat jika terjadi pantulan. Sebaliknya, tekanan lanjutan berpotensi membawa harga menguji area penopang di kisaran US$107β105 per ton. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini