Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Anggota DPR Minta Program MBG Tepat Sasaran dan Bebas Kebocoran Anggaran

anggota komisi viii dpr ri, matindas j rumambi, menyambut pernyataan presiden prabowo subianto yang menegaskan program makan bergizi gratis (mbg) tidak bersifat wajib bagi keluarga mampu maupun anak-anak dari kalangan ekonomi atas.
Matindas Rumambi

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J Rumambi, menyambut pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bersifat wajib bagi keluarga mampu maupun anak-anak dari kalangan ekonomi atas.

Menurut Matindas, pernyataan Presiden harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi tata kelola program bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Advertisement

“Pernyataan Presiden merupakan sinyal kuat agar tata kelola program ini diperbaiki. Jangan sampai anggaran besar justru dinikmati masyarakat yang secara ekonomi sudah mandiri,” ujar Matindas dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penerima manfaat program benar-benar berasal dari keluarga prasejahtera yang membutuhkan tambahan asupan gizi.

Baca Juga  Komunikasi Tak Lengkap Picu Kekhawatiran Atas Stok BBM

Menurutnya, sistem penyaringan penerima manfaat harus diperketat untuk menghindari salah sasaran dalam penyaluran program MBG.

“DTKS harus terus diperbarui sehingga bantuan benar-benar diterima anak-anak yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Matindas juga meminta pemerintah membangun sistem distribusi yang transparan guna mencegah potensi penyimpangan dalam penyaluran bahan pangan maupun makanan siap konsumsi.

Ia menilai kejelasan target penerima akan membantu meminimalisasi kebocoran anggaran dalam pelaksanaan program tersebut.

Matindas juga menyebut pernyataan Presiden sebagai bentuk edukasi sosial kepada masyarakat mampu agar memberikan kesempatan kepada kelompok yang lebih membutuhkan untuk memperoleh manfaat program.

“Keluarga yang mampu diharapkan secara sadar memberikan kuotanya kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Ini bagian dari budaya kejujuran dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Baca Juga  Impor Beras 1.000 Ton Disorot DPR, Jangan Rugikan Petani!

Legislator asal Sulawesi Tengah itu menegaskan Komisi VIII DPR RI akan melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi program MBG.

Ia berharap program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan pembagian makanan, tetapi juga mampu memperbaiki manajemen logistik pangan nasional sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting.

“Kami akan memastikan arahan Presiden diterjemahkan pemerintah ke dalam petunjuk teknis yang jelas dan kredibel,” katanya. (A18)

Sumber: Parelementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini