Yogyakarta, Sinata.id – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memperkuat keterbukaan informasi publik guna meningkatkan tata kelola kampus dan daya saing menuju world class university.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Setjen Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan hingga kini baru 11 PTKIN yang berhasil meraih predikat “Informatif” dalam penilaian keterbukaan informasi oleh Komisi Informasi.
“Ini menjadi perhatian Menteri Agama dan jajarannya. Tahun ini kita berharap sebagian besar PTKIN sudah mencapai indeks informatif,” ujar Thobib saat membuka Rapat Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN di Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, serta para wakil rektor dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) PTKIN wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Menurut Thobib, saat ini rangkaian monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi oleh Komisi Informasi Pusat telah dimulai. Karena itu, seluruh PTKIN diminta mempersiapkan diri secara maksimal.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam transformasi PTKIN menuju kampus berkelas dunia. Untuk itu, terdapat lima aspek utama yang perlu diperhatikan.
Pertama, transparansi akademik, mulai dari keterbukaan kurikulum, capaian pembelajaran, hingga publikasi hasil riset dan dashboard kinerja kampus.
Kedua, digitalisasi informasi melalui portal layanan terintegrasi, arsip digital, dan sistem informasi berbasis real-time.
Ketiga, pembangunan budaya komunikasi yang responsif, edukatif, dan tidak birokratis, termasuk dalam pengelolaan media sosial.
Keempat, penguatan open knowledge melalui penyediaan repository digital terbuka, webinar publik, dan kelas daring gratis.
Kelima, penerapan tata kelola berbasis data guna mendukung pengambilan keputusan yang transparan dan berbasis bukti.
“Tata kelola yang baik membutuhkan evaluasi berkala yang terbuka dan berbasis data valid,” kata Thobib.
Ia berharap PTKIN tidak hanya unggul dalam akreditasi akademik, tetapi juga menjadi lembaga pendidikan tinggi yang terdepan dalam transparansi dan pelayanan informasi publik. (A18)
Sumber: Situs Kemenag








Jadilah yang pertama berkomentar di sini