Jakarta, Sinata.id – Komisi V DPR RI menaruh perhatian besar pada penguatan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat.
Hal itu mengemuka pada Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI denhan Kepala BMKG serta Kepala BNPP/Basarnas di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara menegaskan tentang pentingnya peningkatan sistem peringatan dini dan literasi kebencanaan di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem dan bencana alam.
Menurutnya, kesiapsiagaan publik hanya bisa dibangun jika informasi kebencanaan disampaikan secara luas dan mudah diakses.
Ia mendorong agar informasi cuaca dan peringatan dini tidak hanya disampaikan melalui jalur konvensional, tetapi juga diperluas lewat berbagai platform komunikasi.
Pengalaman negara-negara maju, kata Teguh, dapat menjadi contoh dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.
“Perlu langkah-langkah ekstra, seperti SMS blast, WhatsApp blast, bahkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi perubahan cuaca dan sistem peringatan dini. Jika perlu, bisa bekerja sama dengan aplikasi-aplikasi populer,” ujarnya.
Politisi Fraksi Partai Nasdem itu juga menilai integrasi informasi cuaca dengan layanan publik sangat penting, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat, seperti pada periode mudik.
Dengan akses informasi yang memadai, masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara lebih aman. Selain itu, media sosial dinilai efektif sebagai sarana penyebaran edukasi kebencanaan.
“Kenapa tidak menggandeng influencer untuk meningkatkan kesadaran publik. Saya juga pernah melihat konten YouTube untuk anak-anak yang sejak dini sudah diajarkan cara menghadapi bencana,” tambahnya.
Teguh menekankan bahwa pendidikan kebencanaan perlu diberikan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia. Ia mencontohkan negara rawan bencana seperti Jepang dan China yang telah menerapkan pembelajaran kebencanaan secara interaktif sejak anak-anak.
Tujuan akhirnya, kata Teguh, adalah meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar lebih siap ketika situasi darurat terjadi.
Senada dengan itu, Anggota Komisi V DPR RI lainnya, Muhammad Lokot Nasution, menyoroti peran BNPP/Basarnas dalam memberikan edukasi kebencanaan langsung kepada anak-anak sekolah. Ia menilai anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak bencana.
“Saya meyakini korban anak-anak dalam bencana, seperti di Aceh-Sumatera, jumlahnya sangat banyak. Karena itu saya selalu meminta agar materi SAR bisa diberikan kepada anak-anak kita di sekolah,” ungkap Lokot.
Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana SAR di sejumlah daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pendidikan kebencanaan. Justru, edukasi sejak dini menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.
Ia menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mendorong penguatan kapasitas BMKG dan Basarnas agar memiliki dukungan dan kelengkapan yang ideal.
Melalui sinergi lintas sektor, penguatan edukasi, serta optimalisasi sistem peringatan dini, Komisi V berharap upaya mitigasi bencana tidak hanya berfokus pada penanganan saat kejadian.
BMKG pun diharapkan berperan lebih luas, tidak sebatas memprediksi cuaca, tetapi juga aktif dalam penyebaran informasi kebencanaan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan. (A18)
Sumber: Parlementaria










Jadilah yang pertama berkomentar di sini