Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

MBG Bagi Ibu dan Balita, Netty Sorot Kualitas Gizi dan Pemanfaatan Pangan Lokal

anggota komisi ix dpr ri, netty prasetiyani aher, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (mbg) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. program tersebut telah mulai diimplementasikan di sejumlah daerah.
Netty Aher

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program tersebut telah mulai diimplementasikan di sejumlah daerah.

Menurut Netty, penyaluran MBG kepada kelompok ibu dan balita merupakan langkah yang sangat penting. Ia menilai pemenuhan kebutuhan gizi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan berperan besar dalam menentukan kondisi kesehatan dan perkembangan anak di masa mendatang.

Advertisement

“Program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan bentuk intervensi yang sangat strategis. Asupan gizi yang cukup pada periode awal kehidupan menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak,” ujar Netty di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Netty juga menilai keterlibatan posyandu, kader kesehatan, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam proses distribusi MBG sebagai langkah yang tepat.

Baca Juga  Kuliah Kian Mahal, Akses Makin Jauh! DPR Soroti Rendahnya APK Perguruan Tinggi

Menurutnya, para kader memiliki kedekatan dengan masyarakat serta telah membangun kepercayaan di tingkat desa. Ia pun mengapresiasi sistem pengantaran langsung ke rumah bagi penerima manfaat yang mengalami keterbatasan mobilitas.

“Kader dan bidan memiliki peran yang sangat vital di lapangan. Mereka memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” katanya.

Terkait kualitas gizi, Netty menekankan tentang pentingnya penyusunan menu MBG yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan ibu dan balita.

Ia menyambut positif masukan dari para ahli gizi masyarakat yang mengingatkan agar menu MBG tidak didominasi makanan ultra-processed food (UPF) seperti burger, spageti, dan sejenisnya.

“Pandangan para ahli tentu menjadi bahan evaluasi yang berharga. MBG idealnya menyajikan makanan segar, bergizi seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan kelompok penerima,” jelasnya.

Lebih lanjut, Netty menilai penggunaan bahan pangan lokal dalam menu MBG merupakan langkah yang tepat. Selain meningkatkan kualitas asupan gizi, pendekatan ini juga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga  Masa Depan Desa Ditentukan Regulasi yang Selaras dan Berpihak

Ia menyoroti potensi sumber protein lokal seperti ikan, telur, dan berbagai bahan pangan khas daerah yang dinilai sangat layak dimaksimalkan.

“Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dengan nilai gizi tinggi. Pemanfaatan bahan lokal tidak hanya lebih sehat, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian daerah dan memudahkan pengawasan mutu,” ujarnya.

Meski demikian, Netty menegaskan perlunya evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program MBG. Ia mencermati adanya sejumlah masukan dari masyarakat, mulai dari variasi menu yang masih terbatas, cita rasa yang kurang sesuai untuk balita, hingga potensi terjadinya sisa makanan.

“Masukan dari penerima manfaat harus dipandang sebagai bahan perbaikan. Pemerintah perlu terus menyempurnakan menu agar lebih variatif, ramah bagi balita, serta memenuhi kebutuhan gizi masing-masing kelompok,” katanya.

Baca Juga  Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Tak Tergerus Program MBG

Selain itu, Netty juga menyoroti meningkatnya beban kerja para kader pendamping seiring berjalannya program MBG.

Ia mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan yang memadai, baik melalui pelatihan, penguatan kapasitas, maupun bentuk apresiasi lainnya.

“Kader bekerja cukup panjang dari pagi hingga siang hari, mulai dari distribusi hingga pencatatan dan pelaporan. Dukungan yang memadai akan membantu mereka bekerja lebih optimal dan menjaga keberlanjutan program,” ujarnya.

Netty menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa MBG merupakan program berskala besar dengan dampak yang luas bagi masyarakat.

Ia optimistis, melalui evaluasi berkelanjutan, pendampingan yang tepat, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, program MBG dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini