Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hukum & Peristiwa

107 Siswa SMA Negeri 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, 50 Ambulans Dikerahkan

107 siswa sma negeri 2 kudus diduga keracunan mbg, 50 ambulans dikerahkan
Siswa SMA Negeri 2 Kudus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan. (muriasuaramerdeka)

Kudus, Sinata.id — Jumlah siswa SMA Negeri 2 Kudus yang diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah. Hingga Kamis (29/1/2026), total siswa yang terdampak mencapai 107 orang.

Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 50 unit ambulans dikerahkan guna mengevakuasi para siswa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kudus. Iring-iringan ambulans tampak memenuhi ruas jalan di sekitar SMA Negeri 2 Kudus, dengan tujuan antara lain RS Islam Sunan Kudus, RS Sarkies, RS Mardi Rahayu, dan RS Kumala Siwi.

Advertisement

Bupati Kudus Samani Intakoris turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi evakuasi dan penanganan medis terhadap para siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, rumah sakit swasta, serta para camat. Sebanyak 50 ambulans kami kerahkan agar penanganan di IGD rumah sakit dapat berjalan cepat dan maksimal,” ujar Samani dalam keterangan resminya.

Baca juga:Keracunan MBG Terulang di Sejumlah Daerah, DPR Desak Pengawasan Pangan Diperketat

Baca Juga  Polisi Tangkap 3 Tersangka Kasus Ganja di Siantar

Ia menjelaskan, berdasarkan data awal, jumlah siswa yang tercatat mengalami gangguan kesehatan mencapai 97 orang, namun angka tersebut terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.

“Penanganan kami sebar ke beberapa rumah sakit. Kami juga menyiagakan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sebagai posko sementara untuk mengantisipasi indikasi keracunan,” tambahnya.

Insiden ini kembali menyoroti program MBG setelah ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami gangguan kesehatan massal hingga aktivitas belajar mengajar terhenti total. Kejadian berlangsung pada Kamis (29/1/2026) pagi, saat sejumlah siswa mulai mengeluhkan pusing dan mual di dalam kelas.

Dalam waktu singkat, kondisi memburuk dan jumlah siswa yang mengalami keluhan meningkat drastis. Beberapa siswa dilaporkan muntah, lemas, bahkan sempat kehilangan kesadaran. Situasi tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekolah, sehingga pihak guru segera menghentikan kegiatan belajar dan melakukan evakuasi.

Deretan ambulans silih berganti keluar masuk halaman sekolah. Suara sirene yang terus meraung membuat suasana berubah menjadi seperti zona darurat. Sejumlah siswa tampak menangis melihat teman-temannya dibawa menggunakan tandu ke rumah sakit.

Baca Juga  Program MBG Pematangsiantar Aktif Kembali 31 Maret 2026 Usai Libur Idulfitri

Baca juga:Irma Suryani Kritisi Wacana Sopir MBG Berkostum Power Rangers

Orang tua siswa pun berdatangan dengan wajah cemas. Sebagian memilih langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi anak mereka. Aparat kepolisian dan petugas terkait turut dikerahkan guna membantu pengamanan dan kelancaran proses evakuasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, dr. Mustiko Wibowo, membenarkan adanya kejadian gangguan kesehatan massal tersebut. Ia menyebut seluruh siswa yang terdampak masih dalam pemantauan intensif tim medis.

“Data sementara ada 32 siswa yang harus mendapatkan perawatan. Penanganan sudah dilakukan secepat mungkin, dan kondisi mereka masih terus kami pantau,” ujarnya.

Menurut dr. Mustiko, keluhan yang dialami siswa cukup beragam, mulai dari pusing, mual, muntah, diare, hingga gangguan pernapasan yang membutuhkan observasi lanjutan.

Baca Juga  Bukan Sekadar Makanan Basi, Uji Lab Temukan Bakteri Berbahaya di Menu MBG Dairi

“Mayoritas mengeluh gangguan saluran pencernaan, namun ada juga yang mengalami sesak napas,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan penelusuran awal, sebagian siswa telah merasakan gejala sejak masih berada di rumah. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi makanan dari program MBG sehari sebelumnya.

Baca juga:Polisi Ungkap Penyebab Sopir Mobil MBG Tabrak Kerumunan Siswa SD di Jakarta Utara

“Makanan yang dikonsumsi merupakan MBG pada hari sebelumnya. Saat ini penyebab pastinya masih kami dalami,” ungkapnya.

Hingga kini, Dinkes bersama pihak sekolah dan instansi terkait masih melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan sampel makanan, proses pengolahan, serta distribusi MBG.

Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah memutuskan menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka hingga situasi dinyatakan aman. Publik pun menantikan hasil investigasi resmi, sementara kasus ini menjadi peringatan serius terkait pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan di lingkungan sekolah. (A02)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini