Tapanuli Utara, Sinata.id – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memicu longsor tebing di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu.
Material tanah menutup badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Ketiga korban masing-masing berinisial BN (34) dan DH (38), warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta DS (14), warga Dusun Hopong, Desa Muara Tolang, Kecamatan Simangumban, Taput.
Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa (6/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB saat hujan deras mengguyur lokasi.
“Saat itu, satu unit mobil pikap jenis Isuzu Traga yang mengangkut sayur-sayuran melintas di lokasi. Tiba-tiba tebing di pinggir jalan longsor dan mendorong kendaraan hingga terjatuh ke sungai di bawah badan jalan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Di dalam kendaraan tersebut terdapat tiga orang, yakni inisial FA (34) sebagai sopir serta BN dan DH sebagai penumpang. Akibat kejadian tersebut, BN dan DH terjepit di dalam kendaraan dan meninggal dunia di lokasi. Sementara sopir berhasil selamat meski mengalami luka berat.
Korban lainnya, DS (14), meninggal dunia saat berupaya memberikan pertolongan. Berdasarkan keterangan saksi, DS merupakan warga sekitar yang turun ke sungai untuk membantu proses evakuasi.
Namun, longsor susulan terjadi dan menyeret material tanah yang kemudian menimpa korban hingga meninggal dunia di lokasi.
Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Tarutung untuk menunggu kedatangan pihak keluarga.
“Saat ini arus lalu lintas di Jalinsum sempat terganggu akibat material longsor yang menutup badan jalan. Petugas masih melakukan pembersihan di lokasi kejadian,” tutur Walpon.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana longsor di wilayah perbukitan, terutama saat curah hujan tinggi melanda kawasan Taput. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini