Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Bukan Sekadar Makanan Basi, Uji Lab Temukan Bakteri Berbahaya di Menu MBG Dairi

bukan sekadar makanan basi, uji lab temukan bakteri berbahaya di menu mbg dairi
rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Vickner Sinaga.

Dairi, Sinata.id – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi dirilis. Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumatera Utara mengonfirmasi adanya kontaminasi berbagai jenis bakteri berbahaya pada menu yang dikonsumsi ratusan siswa SMK HKBP dan SMK Arina Sidikalang.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Dairi, Vickner Sinaga, pada Senin (23/2), terungkap bahwa bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, hingga Total Coliform ditemukan pada sampel nasi, gulai ayam, dan sayuran. Kontaminasi ini diduga kuat menjadi pemicu keracunan massal yang menimpa 280 siswa di dua sekolah tersebut beberapa waktu lalu.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr. Henry Manik, memaparkan rincian hasil uji mikrobiologi yang dilakukan sejak 13 hingga 18 Februari. Pada sampel makanan dari SMK HKBP, petugas menemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus di nasi putih, serta Kapang Kamir pada gulai ayam.

Baca Juga  6.517 Siswa Keracunan MBG, BGN Bongkar Biang Keroknya!

Sementara itu, pada sampel dari SMK Arina, ditemukan Kapang Kamir di nasi putih, serta bakteri Total Coliform pada tumis tauge dan tempe goreng tepung.

“Gejala mual, muntah, dan diare yang dialami siswa konsisten dengan dampak kontaminasi bakteri tersebut. Kami menduga ada jeda waktu yang terlalu lama antara proses pengolahan dengan waktu konsumsi, ditambah suhu penyimpanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan,” jelas dr Henry.

Baca juga: Polres Dairi Catat Kenaikan Angka Kriminalitas Sepanjang 2025

Sanksi dan Evaluasi Total

Merespons temuan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Sidikalang III. Penghentian ini berlaku sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan guna keperluan audit menyeluruh.

Baca Juga  OJK Terbitkan Aturan Tata Kelola Layanan Buy Now Pay Later

Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menegaskan tidak akan menoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional ini. Ia menginstruksikan evaluasi total terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi.

“Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Saya meminta pengawasan ketat terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan kepatuhan terhadap SOP keamanan pangan nasional,” tegas Vickner.

Pemerintah memastikan 280 siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang, RS Serenapita, serta sejumlah puskesmas dan klinik. Saat ini, seluruh siswa dilaporkan dalam kondisi stabil dan telah kembali beraktivitas di sekolah.

Korwil BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution, menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan para siswa sepenuhnya ditanggung oleh DIPA Badan Gizi Nasional. (a58)

Baca Juga  DPR Bongkar Dapur MBG Isi 47 Karyawan dari Satu Keluarga

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini