Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Zulhas Bilang, Prabowo Risau Sampah Tak Kunjung Tuntas

zulhas
Zulkifli Hasan. (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan keresahan Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan sampah yang hingga kini belum juga terselesaikan di berbagai daerah.

Menurut Zulhas, masalah sampah menjadi perhatian serius Presiden karena dinilai mencerminkan kesiapan Indonesia menjadi negara maju.

Advertisement

“Presiden risau. Mau jadi bangsa hebat dan maju, masa mengelola sampah saja tidak bisa,” kata Zulhas saat menghadiri Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Ia menilai, persoalan utama bukan pada kurangnya teknologi pengolahan sampah, melainkan rumitnya proses perizinan yang membuat banyak proyek mandek.

Zulhas mengungkapkan, selama 11 tahun terakhir hanya ada dua proyek pengolahan sampah berteknologi modern yang memperoleh izin. Namun, satu proyek tidak berjalan, sementara satu lainnya beroperasi tidak maksimal.

Baca Juga  Kumpulan Ucapan Imlek 2026 Penuh Doa dan Harapan, Cocok untuk Bos dan Medsos

“Karena aturan terlalu panjang dan rumit. Untuk menyelesaikan satu persoalan sampah saja prosesnya lama sekali,” ujarnya dikutip dari Antara.

Pemerintah, lanjut dia, kini mencoba memangkas hambatan birokrasi melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 agar proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah lebih cepat.

Saat ini, pemerintah tengah fokus menangani persoalan sampah di 71 kota yang tersebar di 22 kawasan aglomerasi dan masuk kategori darurat sampah.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian utama antara lain Bantargebang, Tangerang Selatan, dan Bandung.

“Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita targetkan selesai pada 2028,” kata Zulhas. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini