Jakarta, Sinata.id – Di bawah gemerlap lampu kristal dan lengkungan ubin antik stasiun kereta bawah tanah City Hall yang legendaris, sebuah lembaran sejarah baru bagi New York City resmi dibuka.
Tepat pada Rabu malam (31/12/2025), sesaat sebelum lonceng tahun baru berdentang, Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City ke-111.
Momen ini bukan sekadar pergantian kekuasaan biasa. Mamdani mengukir tinta emas sebagai sosok Muslim pertama, keturunan Asia Selatan pertama, sekaligus Wali Kota NYC pertama yang lahir di tanah Afrika (Uganda).
Sumpah di Atas Dua Al-Quran
Prosesi khidmat yang dipimpin oleh Jaksa Agung Letitia James ini sarat dengan simbolisme budaya dan perjuangan. Didampingi sang istri, Rama Duwaji, Mamdani meletakkan tangannya di atas dua kitab suci Al-Quran:
Warisan Keluarga: Al-Quran milik mendiang kakeknya.
Simbol Intelektual: Al-Quran milik tokoh sejarah kulit hitam, Arturo Schomburg, yang dipinjamkan khusus oleh New York Public Library.
Pemilihan lokasi pelantikan di stasiun tertua NYC (dibangun tahun 1904) seolah menegaskan pesan Mamdani: membangun masa depan dengan menghargai fondasi masa lalu.
Kemenangan Progresif yang Fenomenal
Politikus berusia 34 tahun ini berhasil menduduki kursi balai kota setelah memenangkan pertarungan sengit pada pemilu 4 November lalu. Mamdani sukses mengungguli nama-nama besar seperti mantan Gubernur Andrew Cuomo serta kandidat Republik, Curtis Sliwa.
Kemenangannya dianggap sebagai ledakan kekuatan bagi kubu Sosialis Demokrat. Dengan latar belakang sebagai aktivis dan keturunan imigran India-Uganda, Mamdani membawa angin segar bagi warga New York yang mendambakan perubahan radikal.
Visi “New York yang Terjangkau”
Mamdani tidak datang dengan janji manis belaka. Ia mengusung agenda berani untuk merombak struktur sosial ekonomi kota, di antaranya:
Transportasi & Sosial: Program bus gratis, layanan perawatan anak universal, hingga pembukaan toko grosir milik pemerintah kota.
Hunian: Perluasan besar-besaran proyek perumahan yang terjangkau bagi kelas pekerja.
Upah Layak: Target ambisius menaikkan upah minimum hingga 30 dolar AS per jam pada tahun 2030.
Estafet dari Bernie Sanders
Setelah pelantikan tertutup di bawah tanah, Mamdani dijadwalkan mengikuti upacara publik pada Kamis sore. Menariknya, tokoh progresif legendaris Bernie Sanders dijadwalkan hadir untuk memimpin prosesi tersebut, menandai dukungan penuh terhadap visi besar Mamdani.
Kini, seluruh mata dunia tertuju pada New York. Apakah sang “sosialis muda” ini mampu mengubah wajah salah satu kota termahal di dunia menjadi rumah yang ramah bagi semua kalangan? Waktu yang akan menjawab. []










Jadilah yang pertama berkomentar di sini