Teheran, Sinata.id – Otoritas keamanan Iran menahan sedikitnya 20 orang yang diduga terlibat jaringan mata-mata terkait Israel di Provinsi Azerbaijan Barat, wilayah barat laut negara itu.
Penangkapan menyusul aparat menemukan dugaan pengiriman informasi sensitif mengenai lokasi militer dan fasilitas keamanan kepada pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.
Penangkapan tersebut diumumkan melalui laporan media lokal pada Minggu (15/3). Jaksa Provinsi Azerbaijan Barat, Hossein Majidi, mengatakan para tersangka diamankan dalam operasi yang menargetkan individu yang diduga bekerja sama dengan Israel.
Menurut laporan yang dikutip kantor berita Fars News Agency, para tersangka diduga membocorkan rincian mengenai posisi militer, aparat penegak hukum, serta fasilitas keamanan kepada pihak yang oleh Iran disebut sebagai “musuh Zionis”. Mereka kini ditahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penggerebekan yang dilakukan aparat keamanan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Media setempat melaporkan ratusan orang telah diamankan di berbagai wilayah karena dicurigai memiliki hubungan atau bekerja sama dengan Israel maupun Amerika Serikat.
Langkah penindakan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari.
Eskalasi konflik terjadi setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang kemudian memicu serangkaian serangan balasan dari Iran.
Pada Minggu pagi, Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Radio militer Israel melaporkan sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Meski demikian, beberapa proyektil dilaporkan jatuh di area terbuka. Pecahan dari sistem pencegat rudal juga dilaporkan jatuh di kota Ramla di Israel bagian tengah dan memicu kebakaran di sejumlah titik. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini