Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Netanyahu Ingin Israel Kurangi Ketergantungan Bantuan Militer Amerika Serikat

netanyahu ingin israel kurangi ketergantungan bantuan militer amerika serikat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (ap)

Tel Aviv, Sinata.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keinginannya untuk mengurangi ketergantungan negaranya terhadap bantuan militer Amerika Serikat (AS) dalam satu dekade ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat wawancara dengan program “60 Minutes” di stasiun televisi CBS News yang ditayangkan pada Senin (11/5/2026).

Advertisement

Dalam wawancara itu, Netanyahu mengatakan Israel ingin secara bertahap mengurangi dukungan finansial militer dari AS hingga mencapai nol.

“Saya ingin mengurangi hingga nol dukungan finansial Amerika, khususnya komponen finansial dalam kerja sama militer yang kita miliki,” ujar Netanyahu.

Ia mengungkapkan bahwa Israel saat ini menerima bantuan militer dari Amerika Serikat sebesar sekitar 3,8 miliar dolar AS atau setara Rp66 triliun per tahun.

Baca Juga  SBY Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga dan Ambisi AS

Sebelumnya, Washington telah menyepakati bantuan militer senilai total 38 miliar dolar AS untuk Israel selama periode 2018 hingga 2028.

Meski demikian, Netanyahu menilai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menata ulang hubungan keuangan antara Israel dan AS.

“Saya tidak ingin menunggu Kongres berikutnya. Saya ingin memulainya sekarang,” katanya.

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah menurunnya dukungan publik AS terhadap Israel sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan survei Pew Research pada Maret 2026, sekitar 60 persen warga AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Selain itu, 59 persen responden mengaku kurang atau tidak percaya kepada Netanyahu dalam menangani urusan global.

Baca Juga  Penipuan Carousell di Hong Kong, Kerugian Warga Capai HK$10 Juta

Netanyahu menilai menurunnya dukungan tersebut berkaitan erat dengan pengaruh media sosial.

Menurutnya, ada sejumlah pihak yang memanfaatkan media sosial untuk membentuk opini negatif terhadap Israel.

“Ada beberapa negara yang pada dasarnya memanipulasi media sosial dengan cara yang sangat merugikan kami,” ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Netanyahu juga menyinggung situasi Iran, meski menolak membeberkan rencana militer Israel secara rinci.

Ia menyebut perubahan rezim di Iran dapat berdampak besar terhadap kelompok-kelompok proksi yang selama ini didukung Teheran.

“Jika rezim Iran melemah atau bahkan tumbang, maka itu bisa menjadi akhir bagi Hizbullah, Hamas, bahkan Houthi, karena jaringan proksi yang dibangun Iran akan runtuh,” katanya.

Baca Juga  Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 12 Warga, Gencatan Senjata Dipertanyakan

Saat ditanya mengenai kemungkinan menggulingkan rezim Iran, Netanyahu menjawab bahwa hal itu memungkinkan, tetapi tidak ada jaminan akan terjadi.

“Apakah itu mungkin? Ya. Apakah itu dijamin? Tidak,” tukasnya. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini