Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Update Bencana Sumut: 148 Kejadian, 34 Meninggal, 52 Hilang, 12 Wilayah Terdampak

update terbaru bencana sumut mencatat 148 kejadian di 12 kabupaten/kota, dengan 34 korban meninggal, puluhan luka-luka, dan 52 warga masih hilang.
Update terbaru bencana Sumut mencatat 148 kejadian di 12 kabupaten/kota, dengan 34 korban meninggal, puluhan luka-luka, dan 52 warga masih hilang. (Ist)

Sinata.id – Rentetan bencana Sumut yang menghantam sejak tiga hari terakhir berubah menjadi situasi darurat besar.

Polda Sumatera Utara mencatat 148 kejadian bencana alam yang melanda 12 kabupaten/kota dalam tiga hari terakhir, menewaskan 34 warga, puluhan luka-luka, dan 52 lainnya masih hilang, sementara 1.030 personel gabungan dikerahkan untuk evakuasi dan pencarian di lokasi-lokasi terdampak.

Advertisement

Bencana alam yang terjadi bukan hanya longsor. Banjir, pohon tumbang, hingga puting beliung juga terjadi gingga memutus akses dan melumpuhkan permukiman.

Di balik angka itu, 175 warga menjadi korban dalam peristiwa ini, 34 orang meninggal dunia, 77 luka ringan, 11 luka berat, dan 52 masih hilang dan belum ditemukan.

Lebih dari 1.168 penduduk terpaksa mengungsi setelah rumah mereka tak lagi aman dihuni.

Baca Juga: Kota Sibolga Luluh Lantak, Tim SAR Kerja Nonstop

Baca Juga  DPN PERADI Tegaskan Munas IV Digelar Secara E-Voting, Ingatkan Sanksi bagi Munas di Luar

Bencana Datang Hampir Bersamaan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan gambaran situasi yang disebutnya sebagai “tiga hari paling berat” bagi Sumut.

“Curah hujan ekstrem membuat banyak titik tanah tak lagi mampu menahan beban air. Sungai-sungai naik cepat. Longsor dan banjir terjadi hampir bersamaan,” ucapnya, Kamis (27/11/2025).

Lebih dari 1.030 personel gabungan dari berbagai satuan dikerahkan, mulai dari Satwil, Ditsamapta, Brimob, hingga Biddokkes. Mereka disebar ke titik-titik terdampak untuk evakuasi warga, pencarian korban hilang bersama tim SAR, pengamanan jalur yang tertutup material longsor, pendataan kerusakan, hingga pendirian posko darurat dan penyaluran bantuan.

Tapanuli & Sibolga Jadi Pusat Kekacauan Alam

Daerah terdampak terbesar meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, serta Mandailing Natal.

Baca Juga  Kemenkeu Terapkan Pemblokiran Otomatis bagi Penunggak Pajak, Akses Bisnis Bisa Terhenti

Di sejumlah zona, longsor terjadi hingga puluhan titik, sementara banjir merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Di Taput, Brimob menurunkan tim teknis untuk menerobos jalur yang terputus akibat longsor serta mengevakuasi desa terpencil.

Di Sibolga, pencarian puluhan warga yang hilang akibat banjir bandang masih berlangsung dengan medan yang dikategorikan “sangat berat.”

“Tim kami melakukan pencarian tanpa henti. Akses terputus, tapi kami terus bergerak siang malam,” kata Kombes Ferry.

Lanjutkan Membaca: Skandal Rekaman Lantai Tiga Rumah Inara Rusli: Ungkap Bukti Hubungan Badan dengan Insanul Fahmi?

Bantuan Kemanusiaan Segera Dikirim

Mulai Kamis, 27 November 2025, Polda Sumut mengirimkan gelombang bantuan untuk Taput, Tapteng, dan Sibolga. Bantuan meliputi makanan siap saji, selimut dan logistik dasar, peralatan evakuasi, serta obat-obatan dan kebutuhan medis darurat.

Baca Juga  Tolong! Ribuan Warga Aceh Tengah-Bener Meriah Terancam Mati Kelaparan

Sebagian besar wilayah kini telah memiliki posko darurat, pengungsian sementara, dan pos layanan kesehatan untuk menangani warga yang terluka atau kehilangan tempat tinggal.

Banyak Wilayah Belum Mampu Kirim Laporan

Hujan deras yang merata di banyak titik membuat beberapa daerah, termasuk Medan dan Deli Serdang, belum dapat memberikan laporan menyeluruh.

“Ini data sementara. Banyak akses masih tertutup dan beberapa tim belum bisa masuk ke lokasi. Pembaruan data akan dilakukan secara berkala,” tegas Kombes Ferry.

Warga Diminta Siaga, Jangan Tunggu Bahaya Datang

Polda Sumut juga mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat menghindari tebing dan lereng rawan longsor, menjauhi bantaran sungai, segera mengungsi bila situasi mulai mengancam.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk,” tutup Kombes Ferry. [dfb]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini