Sinata.id – Enam titik longsor besar serempak mengguncang Kota Sibolga setelah hujan dua hari tanpa henti, menewaskan lima warga, merusak puluhan rumah, dan memaksa tim SAR bekerja tanpa jeda mencari korban yang masih hilang.
Kota Sibolga berubah menjadi arena bencana setelah hujan tanpa henti selama dua hari memicu banjir bandang dan rangkaian longsor besar yang menghantam hampir seluruh kecamatan, sejak Selasa (25/11/2025).
Enam titik longsor utama dilaporkan runtuh dalam waktu berdekatan, merusak rumah warga, menghantam fasilitas umum, dan menimbun sejumlah warga.
Baca Juga: ‘Tsunami Darat’ Terjang Humbahas: Desa Digulung Air Bah, 11 Warga Hilang
Hingga Rabu (26/11/2025) sore, lima warga ditemukan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dalam pencarian.
Pemerintah daerah, Polri, TNI, BPBD serta relawan SAR menurunkan upaya maksimal untuk menembus lokasi-lokasi yang masih tertutup tanah tebal dan puing.
Enam Titik Longsor Paling Parah, Dari Bukit Aido hingga Kampung Paten
Longsor terbesar tercatat di Cafe Rumah Uci, STPI Sibolga, SMPN 5 Sibolga, Bukit Aido, Masjid Budi Sehati, dan Kampung Paten Huta Tonga.
Di sejumlah lokasi, dinding tanah setinggi puluhan meter runtuh seketika, menghancurkan bangunan di bawahnya. Beberapa rumah terseret hingga puluhan meter, sebagian tertimbun sepenuhnya.
Di STPI Sibolga, tim SAR bekerja menggunakan alat manual karena alat berat belum dapat masuk akibat akses terputus. Lumpur tebal, batu besar serta batang pohon menghalangi jalur evakuasi.
Banjir Bandang Mengalir di Tiga Kecamatan, Rumah Warga Terseret dan Terendam
Selain longsor, air bah juga merendam dan menghantam permukiman di Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang, Pasar Baru, serta Kelurahan Angin Nauli.
Arus air membawa sampah, puing bangunan, dan bahkan kendaraan warga. Beberapa motor ditemukan nyangkut di drainase besar, sementara rumah panggung di Aek Muara Pinang terbalik akibat dihantam gelombang lumpur.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai terpaksa mengungsi dengan membawa barang seadanya.
Dua Sistem Cuaca Menyebabkan Hujan Tanpa Henti
BMKG menyebut bencana di Sibolga dipicu oleh dua sistem cuaca yang datang bersamaan, yakni Siklon Tropis KOTO yang menarik awan hujan ke wilayah barat Sumatra, serta Bibit Siklon 95B yang memproduksi awan konvektif besar dari Aceh–Sumut.
Cuaca ekstrem ini juga membuat upaya evakuasi sering terhenti karena risiko longsor susulan.
Tim SAR Sisir Rumah Warga—Empat Orang Masih Hilang
Tim gabungan sudah menyisir lokasi terdampak sejak subuh, namun proses penyelamatan terhambat oleh medan yang ekstrem.
Lumpurnya tebal, akses sempit, dan bebatuan besar membuat proses pencarian harus dilakukan secara manual.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebutkan bahwa fokus utama petugas adalah pencarian empat warga yang belum ditemukan.
“Kondisi di lapangan tidak mudah. Tetapi tim tidak berhenti. Semua potensi titik korban kita cek satu per satu,” ujarnya.
17 Rumah Roboh di Wilayah Kota
Dari data awal, 17 rumah mengalami kerusakan berat, sebagian besar di sekitar Bukit Aido dan Kampung Paten. Beberapa rumah lainnya terpaksa dikosongkan karena berada tepat di bawah tebing yang retak.
Akses jalan di banyak titik terganggu, di antaranya jalan penghubung antar-kelurahan tertutup longsor, jaringan listrik dan air bersih terputus di beberapa blok, sinyal komunikasi sempat hilang di beberapa jam pertama.
Petugas PLN dan PDAM daerah turun ke lapangan untuk memperbaiki jaringan, namun cuaca buruk memperlambat proses.
Potensi Longsor Susulan Masih Tinggi
BPBD Sibolga memperingatkan masyarakat agar tidak mendekati lereng perbukitan karena retakan baru terus muncul. Hujan yang kembali turun berpotensi memicu longsor lanjutan.
“Kami minta masyarakat mengungsi dulu, jangan tunggu sampai tanah bergerak lagi,” ujar seorang petugas BPBD di lokasi.
Kota Sibolga berada dalam kondisi darurat setelah longsor dan banjir bandang meluluhlantakkan enam titik kritis sekaligus.
Dengan cuaca yang belum stabil dan sejumlah warga masih hilang, tim penyelamat terus bekerja tanpa henti. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini