Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Update: Kota Sibolga Luluh Lantak, Tim SAR Kerja Nonstop

bencana longsor dan banjir bandang melanda kota sibolga setelah hujan ekstrem dua hari berturut-turut.
Bencana longsor dan banjir bandang melanda Kota Sibolga setelah hujan ekstrem dua hari berturut-turut. (Ist)

Sinata.id – Enam titik longsor besar serempak mengguncang Kota Sibolga setelah hujan dua hari tanpa henti, menewaskan lima warga, merusak puluhan rumah, dan memaksa tim SAR bekerja tanpa jeda mencari korban yang masih hilang.

Kota Sibolga berubah menjadi arena bencana setelah hujan tanpa henti selama dua hari memicu banjir bandang dan rangkaian longsor besar yang menghantam hampir seluruh kecamatan, sejak Selasa (25/11/2025).

Advertisement

Enam titik longsor utama dilaporkan runtuh dalam waktu berdekatan, merusak rumah warga, menghantam fasilitas umum, dan menimbun sejumlah warga.

Baca Juga: ‘Tsunami Darat’ Terjang Humbahas: Desa Digulung Air Bah, 11 Warga Hilang

Hingga Rabu (26/11/2025) sore, lima warga ditemukan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dalam pencarian.

Pemerintah daerah, Polri, TNI, BPBD serta relawan SAR menurunkan upaya maksimal untuk menembus lokasi-lokasi yang masih tertutup tanah tebal dan puing.

Enam Titik Longsor Paling Parah, Dari Bukit Aido hingga Kampung Paten

Longsor terbesar tercatat di Cafe Rumah Uci, STPI Sibolga, SMPN 5 Sibolga, Bukit Aido, Masjid Budi Sehati, dan Kampung Paten Huta Tonga.

Baca Juga  Tim JCS Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Curas di Tembung

Di sejumlah lokasi, dinding tanah setinggi puluhan meter runtuh seketika, menghancurkan bangunan di bawahnya. Beberapa rumah terseret hingga puluhan meter, sebagian tertimbun sepenuhnya.

Di STPI Sibolga, tim SAR bekerja menggunakan alat manual karena alat berat belum dapat masuk akibat akses terputus. Lumpur tebal, batu besar serta batang pohon menghalangi jalur evakuasi.

Banjir Bandang Mengalir di Tiga Kecamatan, Rumah Warga Terseret dan Terendam

Selain longsor, air bah juga merendam dan menghantam permukiman di Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang, Pasar Baru, serta Kelurahan Angin Nauli.

Arus air membawa sampah, puing bangunan, dan bahkan kendaraan warga. Beberapa motor ditemukan nyangkut di drainase besar, sementara rumah panggung di Aek Muara Pinang terbalik akibat dihantam gelombang lumpur.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai terpaksa mengungsi dengan membawa barang seadanya.

Dua Sistem Cuaca Menyebabkan Hujan Tanpa Henti

Baca Juga  Cuma Itel S26 Ultra! Dapat Layar Lengkung AMOLED Seharga Rp 2 Jutaan

BMKG menyebut bencana di Sibolga dipicu oleh dua sistem cuaca yang datang bersamaan, yakni Siklon Tropis KOTO yang menarik awan hujan ke wilayah barat Sumatra, serta Bibit Siklon 95B yang memproduksi awan konvektif besar dari Aceh–Sumut.

Cuaca ekstrem ini juga membuat upaya evakuasi sering terhenti karena risiko longsor susulan.

Tim SAR Sisir Rumah Warga—Empat Orang Masih Hilang

Tim gabungan sudah menyisir lokasi terdampak sejak subuh, namun proses penyelamatan terhambat oleh medan yang ekstrem.

Lumpurnya tebal, akses sempit, dan bebatuan besar membuat proses pencarian harus dilakukan secara manual.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebutkan bahwa fokus utama petugas adalah pencarian empat warga yang belum ditemukan.

“Kondisi di lapangan tidak mudah. Tetapi tim tidak berhenti. Semua potensi titik korban kita cek satu per satu,” ujarnya.

17 Rumah Roboh di Wilayah Kota

Dari data awal, 17 rumah mengalami kerusakan berat, sebagian besar di sekitar Bukit Aido dan Kampung Paten. Beberapa rumah lainnya terpaksa dikosongkan karena berada tepat di bawah tebing yang retak.

Baca Juga  Apakah Hewan Bicara Satu Sama Lain Seperti Manusia?

Akses jalan di banyak titik terganggu, di antaranya jalan penghubung antar-kelurahan tertutup longsor, jaringan listrik dan air bersih terputus di beberapa blok, sinyal komunikasi sempat hilang di beberapa jam pertama.

Petugas PLN dan PDAM daerah turun ke lapangan untuk memperbaiki jaringan, namun cuaca buruk memperlambat proses.

Potensi Longsor Susulan Masih Tinggi

BPBD Sibolga memperingatkan masyarakat agar tidak mendekati lereng perbukitan karena retakan baru terus muncul. Hujan yang kembali turun berpotensi memicu longsor lanjutan.

“Kami minta masyarakat mengungsi dulu, jangan tunggu sampai tanah bergerak lagi,” ujar seorang petugas BPBD di lokasi.

Kota Sibolga berada dalam kondisi darurat setelah longsor dan banjir bandang meluluhlantakkan enam titik kritis sekaligus.

Dengan cuaca yang belum stabil dan sejumlah warga masih hilang, tim penyelamat terus bekerja tanpa henti. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini