Gaza, Sinata.id – Otoritas Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya 12 warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Minggu (15/2/2026).
Menurut keterangan resmi, serangan terjadi sejak dini hari dan menyasar sejumlah titik dari wilayah utara hingga selatan Gaza. Otoritas setempat menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada 10 Oktober lalu.
Serangan di Sejumlah Titik
Berdasarkan data sumber medis, lima orang dilaporkan tewas setelah serangan udara menghantam sekelompok warga sipil di wilayah barat daya Gaza. Empat korban lainnya meninggal dunia akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang menyasar tenda pengungsian di kawasan Al-Faluja.
Baca juga:Trump: Israel Siap Mundur Bertahap Jika Hamas Lucuti Senjata Sepenuhnya
Selain itu, satu warga dilaporkan tewas dalam serangan di sekitar University College di wilayah Tal al-Hawa. Satu korban lainnya meninggal dan tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan di dekat bundaran barat Gaza.
Pihak berwenang belum merinci kronologi kematian satu korban lainnya yang menambah total korban menjadi 12 orang.
Tidak hanya serangan udara, militer Israel juga dilaporkan melakukan penghancuran rumah-rumah warga secara besar-besaran di timur laut kamp pengungsi Jabalia, disertai tembakan artileri berat.
Gencatan Senjata Dinilai Kembali Dilanggar
Kesepakatan gencatan senjata yang diteken pada 10 Oktober sebelumnya dimaksudkan untuk menghentikan konflik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak Oktober 2023. Konflik tersebut mengakibatkan kerusakan besar terhadap infrastruktur sipil di Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut mengalami kerusakan, dengan estimasi kebutuhan biaya rekonstruksi mencapai USD70 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun.
Baca juga:Hizbullah Soroti Ketegangan AS-Iran dan Peran Israel di Baliknya
Data Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan sekitar 171.000 lainnya luka-luka sejak konflik meletus dua tahun lalu. Bahkan setelah kesepakatan gencatan senjata diberlakukan, tercatat sedikitnya 601 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 1.600 lainnya terluka akibat serangan lanjutan.
Beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit Al-Shifa dan Nasser, mengonfirmasi telah menerima sejumlah jenazah korban serangan terbaru.
Sejumlah warga menyampaikan duka dan kemarahan atas berlanjutnya kekerasan. Mereka menilai situasi di lapangan belum mencerminkan kondisi damai sebagaimana yang diharapkan dari perjanjian gencatan senjata. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini