Munchen, Sinata.id – Keahlian Luis Enrique membangun ulang budaya tim sekaligus meracik kekuatan sepak bola membuat Arsenal akan menghadapi paket komplet saat bentrok dengan Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Atmosfer Allianz Arena begitu bergemuruh saat pendukung Bayern Munchen membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Shoot us into the final”.
Mereka berharap tim kesayangannya mampu membalikkan agregat 4-5 dari leg pertama yang berlangsung dramatis di Paris.
Namun justru PSG yang menjawab pesan tersebut.
Baru tiga menit laga berjalan, Khvicha Kvaratskhelia melakukan tusukan mematikan dari sisi kiri sebelum mengirim umpan matang kepada Ousmane Dembele.
Sang winger Prancis langsung melepaskan tembakan keras yang menghujam gawang Manuel Neuer dan membungkam publik Munich.
Gol telat Harry Kane di penghujung pertandingan tak lebih dari sekadar pelipur lara. Beberapa detik kemudian, PSG berpesta setelah memastikan tiket menuju final Liga Champions kedua secara beruntun.
Di tengah lapangan Allianz Arena, Luis Enrique menari penuh emosi, mengulang selebrasi yang juga ia lakukan saat membawa PSG juara musim lalu.
Momen itu menjadi bukti terbaru bahwa klub asal Paris tersebut kini layak disejajarkan dengan tim-tim terbaik Eropa dalam sejarah modern.
Bagi Arsenal, final Liga Champions pertama dalam 20 tahun tentu menjadi pencapaian luar biasa.
Namun di Budapest pada 30 Mei nanti, pasukan Mikel Arteta akan menghadapi ujian terbesar mereka.
Sebab di seberang lapangan berdiri seorang ahli strategi sekaligus arsitek sepak bola kelas dunia bernama Luis Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu berhasil membangun PSG baru dari “abu” era superstar.
Sebelumnya, PSG dikenal sebagai tim penuh ego dengan nama-nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar, tetapi gagal tampil sebagai satu kesatuan.
Luis Enrique mengubah semuanya.
Ia meminta setiap pemain meninggalkan ego di ruang ganti.
Mereka yang tidak mau mengikuti aturan perlahan tersingkir. Sebagai gantinya, Enrique membentuk skuad dengan kombinasi sempurna antara talenta luar biasa, etos kerja tinggi, dan disiplin bertahan yang nyaris sempurna.
Salah satu simbol perubahan itu adalah Marquinhos.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini