Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Olahraga

Luis Enrique Bangun PSG Jadi Monster Baru Eropa, Arsenal Hadapi Tantangan Raksasa di Final Liga Champions

luis enrique
Luis Enrique. (Foto: BBC)

Munchen, Sinata.id – Keahlian Luis Enrique membangun ulang budaya tim sekaligus meracik kekuatan sepak bola membuat Arsenal akan menghadapi paket komplet saat bentrok dengan Paris Saint-Germain di final Liga Champions.

Atmosfer Allianz Arena begitu bergemuruh saat pendukung Bayern Munchen membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Shoot us into the final”.

Advertisement

Mereka berharap tim kesayangannya mampu membalikkan agregat 4-5 dari leg pertama yang berlangsung dramatis di Paris.

Namun justru PSG yang menjawab pesan tersebut.

Baru tiga menit laga berjalan, Khvicha Kvaratskhelia melakukan tusukan mematikan dari sisi kiri sebelum mengirim umpan matang kepada Ousmane Dembele.

Sang winger Prancis langsung melepaskan tembakan keras yang menghujam gawang Manuel Neuer dan membungkam publik Munich.

Gol telat Harry Kane di penghujung pertandingan tak lebih dari sekadar pelipur lara. Beberapa detik kemudian, PSG berpesta setelah memastikan tiket menuju final Liga Champions kedua secara beruntun.

Di tengah lapangan Allianz Arena, Luis Enrique menari penuh emosi, mengulang selebrasi yang juga ia lakukan saat membawa PSG juara musim lalu.

Momen itu menjadi bukti terbaru bahwa klub asal Paris tersebut kini layak disejajarkan dengan tim-tim terbaik Eropa dalam sejarah modern.

Bagi Arsenal, final Liga Champions pertama dalam 20 tahun tentu menjadi pencapaian luar biasa.

Namun di Budapest pada 30 Mei nanti, pasukan Mikel Arteta akan menghadapi ujian terbesar mereka.

Sebab di seberang lapangan berdiri seorang ahli strategi sekaligus arsitek sepak bola kelas dunia bernama Luis Enrique.

Pelatih asal Spanyol itu berhasil membangun PSG baru dari “abu” era superstar.

Sebelumnya, PSG dikenal sebagai tim penuh ego dengan nama-nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar, tetapi gagal tampil sebagai satu kesatuan.

Luis Enrique mengubah semuanya.

Ia meminta setiap pemain meninggalkan ego di ruang ganti.

Mereka yang tidak mau mengikuti aturan perlahan tersingkir. Sebagai gantinya, Enrique membentuk skuad dengan kombinasi sempurna antara talenta luar biasa, etos kerja tinggi, dan disiplin bertahan yang nyaris sempurna.

Salah satu simbol perubahan itu adalah Marquinhos.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini