Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Penyebab Jalan Gereja Amblas Belum Sepekan usai Diperbaiki

penyebab jalan gereja amblas belum sepekan usai diperbaiki
Kondisi jalan yang amblas. foto: cctv

Pematangsiantar, Sinata.id – Ruas Jalan Gereja di Kota Pematangsiantar kembali amblas hanya beberapa hari setelah diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut menyebut kondisi dipicu kendala teknis saat perbaikan sebelumnya, terutama keberadaan pipa air milik warga di bawah badan jalan yang menghambat proses pemadatan tanah.

Disebutkan, pengerjaan perbaikan juga tidak dilakukan secara maksimal karena harus menghindari risiko kerusakan pada jaringan pipa yang berada di lapisan bawah.

Advertisement

β€œDi bagian bawah terdapat pipa air masyarakat, sehingga saat itu pemadatan tidak dilakukan secara penuh karena khawatir pipa rusak,” ujar pejabat UPT PUPR Sumut di Pematangsiantar, Marganda Tobing, Senin (20/4/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat struktur dasar jalan tidak cukup kuat menahan beban, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Baca Juga  Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah, Kemenkes Jelaskan Regulasi Gas N2O

Air yang meresap ke dalam tanah mempercepat pergeseran lapisan bawah yang belum dipadatkan optimal, sehingga memicu amblas kembali di titik yang sama.

Peristiwa amblasnya badan jalan terjadi pada awal pekan ini, tidak lama setelah perbaikan yang dilakukan sejak 13 April 2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian badan jalan kembali mengalami penurunan signifikan dan telah dipasangi pembatas untuk mencegah kecelakaan.

Warga sekitar mengeluhkan kerusakan yang berulang dalam waktu singkat. Mereka menilai penanganan sebelumnya belum menyentuh persoalan utama di lapangan.

β€œBaru beberapa hari selesai diperbaiki, sekarang sudah amblas lagi. Kami khawatir ini membahayakan, apalagi kalau malam hari,” kata Doni, warga setempat.

Keluhan serupa disampaikan warga lain yang meminta perbaikan dilakukan lebih serius dan menyeluruh. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, mengingat jalan tersebut merupakan akses yang sering dilalui masyarakat.

Baca Juga  Bocah SD di Ngada NTT Tewas Gantung Diri, Polisi Telusuri Dugaan Perundungan

Menanggapi hal itu, Marganda menyatakan, pihaknya akan melakukan perbaikan ulang dengan metode yang lebih komprehensif, termasuk pemadatan di sekitar area pipa dengan teknik yang lebih hati-hati. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini