Jakarta, Sinata.id – Ade Armando bukan sosok baru dalam pusaran kontroversi publik.
Perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan pola yang konsisten: dari perdebatan di ruang publik hingga tekanan politik yang berujung pada pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Puncak perhatian publik terhadap Ade bermula pada 11 April 2022, ketika ia menjadi korban pengeroyokan saat menghadiri aksi demonstrasi di kawasan DPR RI, Jakarta.
Dalam peristiwa itu, ia dikeroyok massa hingga mengalami luka serius. Video kejadian tersebut viral secara nasional, sementara aparat kepolisian berhasil menangkap sejumlah pelaku.
Insiden itu tak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga memperkuat posisi Ade di ruang publik.
Ia tidak lagi sekadar dikenal sebagai figur kontroversial, melainkan menjadi simbol konflik sosial yang memicu perdebatan luas.
Publik pun terbelah—antara simpati terhadapnya sebagai korban, dan kritik atas rekam jejak pernyataannya.
Memasuki periode 2022 hingga 2023, Ade tetap aktif dan vokal. Melalui media sosial serta kanal digital seperti Cokro TV, ia terus mengomentari berbagai isu politik, agama, dan kebijakan publik.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini