Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Inspiratif

Profil Ade Armando: Dari Korban Kekerasan hingga Mundur dari PSI

ade armando
Ade Armando. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Ade Armando bukan sosok baru dalam pusaran kontroversi publik.

Perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan pola yang konsisten: dari perdebatan di ruang publik hingga tekanan politik yang berujung pada pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Advertisement

Puncak perhatian publik terhadap Ade bermula pada 11 April 2022, ketika ia menjadi korban pengeroyokan saat menghadiri aksi demonstrasi di kawasan DPR RI, Jakarta.

Dalam peristiwa itu, ia dikeroyok massa hingga mengalami luka serius. Video kejadian tersebut viral secara nasional, sementara aparat kepolisian berhasil menangkap sejumlah pelaku.

Insiden itu tak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga memperkuat posisi Ade di ruang publik.

Ia tidak lagi sekadar dikenal sebagai figur kontroversial, melainkan menjadi simbol konflik sosial yang memicu perdebatan luas.

Publik pun terbelah—antara simpati terhadapnya sebagai korban, dan kritik atas rekam jejak pernyataannya.

Memasuki periode 2022 hingga 2023, Ade tetap aktif dan vokal. Melalui media sosial serta kanal digital seperti Cokro TV, ia terus mengomentari berbagai isu politik, agama, dan kebijakan publik.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini