Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Pemerintah Hentikan Sementara Dapur MBG, Investigasi Keracunan Massal Dimulai

pemerintah menghentikan sementara dapur mbg usai kasus keracunan massal. investigasi dilakukan untuk mengungkap penyebab.
Ilustrasi. (Lingkartv)

Sinata.id – Pemerintah resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang lebih dikenal sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), usai merebaknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang digelar di Kementerian Kesehatan, Minggu (28/9/2025) siang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memimpin langsung rapat tersebut. Ia menegaskan, setiap SPPG yang terbukti bermasalah akan ditutup sementara sembari menunggu proses evaluasi dan investigasi. β€œSPPG yang bermasalah akan dihentikan, dilakukan evaluasi, serta investigasi menyeluruh,” tegas Zulhas.

Advertisement

Evaluasi Menyeluruh dan Standar Baru

Selain penghentian sementara, pemerintah juga mewajibkan setiap dapur MBG melakukan sterilisasi peralatan, memperbaiki sistem sanitasi, hingga memastikan pembuangan limbah sesuai standar kesehatan.

Baca Juga  Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri, Tekankan Sinergi Penjaga Kedaulatan

Pemerintah juga akan memperketat persyaratan melalui kewajiban kepemilikan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG.

β€œSekarang wajib hukumnya setiap SPPG memiliki SLHS. Kalau tidak, potensi kasus serupa bisa terulang kembali,” ujar Zulhas menambahkan.

Keracunan Massal di Berbagai Daerah

Kasus keracunan akibat makanan dari dapur MBG tercatat meluas ke sejumlah wilayah.

Kota Bandar Lampung menjadi lokasi dengan jumlah korban terbesar, mencapai 503 orang.

Disusul Kabupaten Lebong, Bengkulu (467 korban), Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (411 korban), Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (339 korban), serta Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (305 korban).

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap adanya kontaminasi bakteri pada menu yang disajikan.

Baca Juga  Anggota DPR Imbau Warga Tetap Tenang Berlebaran di Tengah Ancaman Krisis Global

Bakteri Escherichia Coli ditemukan pada air minum, nasi, tahu, dan ayam; Staphylococcus Aureus pada tempe dan bakso; Salmonella pada ayam, telur, dan sayuran; sementara Bacillus Cereus terdeteksi pada olahan mie.

Selain itu, juga ditemukan bakteri Coliform, Proteus, Klebsiella, hingga PB yang umumnya berasal dari air yang terkontaminasi.

Pemerintah menegaskan, langkah penghentian sementara ini merupakan upaya darurat untuk melindungi masyarakat, sembari memastikan dapur MBG memenuhi standar higienis sebelum kembali beroperasi. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini