Info Market CPO
๐Ÿ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K โ€ข 0.5K โ€ข 0.2K โ€ข 2.6K โ€ขDMI โ€ข DMI โ€ข LOCO PARINDU โ€ข FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K ยท LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K ยท FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
๐Ÿ‘ฅSumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

MA Diingatkan Akan Pentingnya Optimalisasi TI Menjaga Kualitas Putusan

ma diingatkan akan pentingnya optimalisasi ti menjaga kualitas putusan
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil (ft: parlementaria)

Jakarta, Sinata.id โ€“ Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, menekankan pentingnya optimalisasi teknologi informasi (TI) di lingkungan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya sebatas meningkatkan layanan publik, tetapi juga harus mampu menjaga kualitas putusan hakim dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Advertisement

Hal itu disampaikan Nasir Djamil pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama jajaran Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (13/5/2026).

Pada RDPU tersebut, Nasir mengapresiasi langkah digitalisasi yang telah dilakukan MA, termasuk pengembangan sistem peradilan berbasis teknologi yang terintegrasi dan transparan.

Namun ia juga mengingatkan, bahwa penerapan teknologi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas substansi putusan hakim.

Baca Juga  Prabowo Subianto dan PM Anwar Ibrahim Bahas Geopolitik dan Isu Strategis Global

Ia menyoroti pentingnya sistem seperti Sistem Informasi Penanganan Perkara (SIPP) dan Sistem Informasi Pengawasan (SIWAS) agar tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga mampu mencegah potensi praktik putusan yang bersifat transaksional.

Menurutnya, kualitas putusan hakim tidak hanya diukur dari aspek formal hukum, tetapi juga harus mencerminkan rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat. Ia berharap digitalisasi dapat mendukung hakim dalam menghasilkan putusan yang lebih objektif, transparan, dan berintegritas.

Selain itu, Nasir juga menyoroti peran teknologi dalam memperkuat fungsi kesekretariatan Mahkamah Agung.

Ia mempertanyakan sistem yang ada, mampu menunjang pengelolaan sumber daya manusia, pelayanan administrasi, koordinasi teknis, hingga reformasi birokrasi di lingkungan peradilan.

Baca Juga  Dana Rp4,2 Miliar Raib, Nasabah Lansia Tagih Janji BNI Usai Putusan MA

Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi informasi harus menjadi instrumen strategis dalam membangun sistem peradilan yang modern, profesional, dan dipercaya publik. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini