Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Anggota DPR Imbau Warga Tetap Tenang Berlebaran di Tengah Ancaman Krisis Global

anggota dpr imbau warga tetap tenang berlebaran di tengah ancaman krisis global
Okta Kumala Dewi

Jakarta, Sinata.id – Di tengah meningkatnya tensi global, masyarakat diimbau tetap tenang menyambut Idulfitri. Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah potensi dampak konflik internasional.

Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, dinilai mulai berimbas pada sektor ekonomi global. Salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah kenaikan harga energi yang berpotensi memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Advertisement

Menurut Okta, meski Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik, dampaknya tetap bisa dirasakan, terutama melalui kenaikan biaya distribusi dan harga bahan bakar.

β€œLangkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar beban masyarakat tidak semakin berat,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga  Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ini Alasannya

Pemerintah disebut telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meredam dampak tersebut, mulai dari penghematan energi hingga opsi kebijakan seperti pembatasan mobilitas dan penerapan work from home (WFH).

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus menahan tekanan terhadap daya beli masyarakat, meski membutuhkan penyesuaian dalam jangka pendek.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Situasi global yang tidak menentu kerap memicu beredarnya spekulasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

Okta menekankan, sikap tenang dan rasional menjadi kunci menghadapi kondisi tersebut, terutama di momentum Idulfitri yang sarat nilai kebersamaan.

Ia menilai tradisi silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi justru menjadi kekuatan sosial bangsa di tengah tekanan global.

Baca Juga  Buku Jangan Jadi Barang "Mewah"

β€œDi tengah situasi dunia yang penuh konflik, kekuatan Indonesia ada pada persatuan masyarakatnya,” ujarnya.

Lebih jauh, masyarakat diharapkan dapat memahami kebijakan pemerintah sebagai langkah jangka panjang untuk melindungi kondisi nasional.

Dengan ketidakpastian global yang masih berlangsung, peran masyarakat dinilai penting dalam menjaga stabilitas. Sikap saling mendukung dan tidak mudah terprovokasi menjadi kunci agar Indonesia tetap kuat menghadapi tantangan.

Lebaran tahun ini pun menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tekanan global. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini