Surakarta, Sinata.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menegaskan pentingnya integritas data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Ia mengingatkan agar proses pendataan tidak dimanfaatkan untuk membangun citra semata, melainkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan kerja spesifik Komisi X di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026). Ia menekankan bahwa keakuratan data menjadi kunci utama dalam penyusunan kebijakan negara.
Menurutnya, data yang tidak valid berpotensi menimbulkan kesalahan besar dalam perencanaan pembangunan. Kebijakan yang dihasilkan, kata dia, bisa melenceng dari kebutuhan masyarakat apabila tidak didasarkan pada fakta yang sebenarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sebagai responden. Ia mengimbau warga untuk memberikan informasi secara jujur tanpa rasa khawatir, termasuk terkait anggapan bahwa data tersebut akan berdampak pada kewajiban perpajakan.
Ia menjelaskan, data sensus justru berfungsi untuk menggambarkan kondisi ekonomi nasional, termasuk perkembangan UMKM dan sektor lainnya, sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk mendukung akurasi data.
Tak hanya itu, Esti juga menyoroti kesiapan tenaga lapangan yang dilibatkan dalam sensus. Ia meminta BPS memastikan proses rekrutmen dan pembekalan dilakukan secara optimal, terutama dalam hal etika komunikasi saat berinteraksi dengan masyarakat.
Pendekatan yang humanis, sopan, serta dilengkapi identitas resmi dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik dan mencegah penolakan saat proses pendataan berlangsung.
Ia pun menegaskan bahwa profesionalitas petugas lapangan menjadi faktor penting dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, sekaligus menjaga kualitas data yang dihasilkan agar benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. (A18)
Sumber: Parlementaria










Jadilah yang pertama berkomentar di sini