Jakarta, Sinata.id β Menjaga hidrasi tubuh secara konsisten menjadi kunci utama dalam memelihara metabolisme dan fungsi organ vital.
Melansir CNN, dokter spesialis penyakit dalam, dr Cynthia Natalia mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi air putih secara rutin setiap satu hingga dua jam guna menghindari dampak buruk dehidrasi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Menurutnya, tubuh manusia mulai menunjukkan penurunan performa secara bertahap saat kekurangan cairan.
Meski tubuh dapat beradaptasi pada satu jam pertama tanpa air, fase berikutnya akan memicu penurunan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering serta berkurangnya kemampuan konsentrasi.
Dia menjelaskan, kurang minum air putih bukan hanya merasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh.
Baca:Β Sikat Gigi Saat Puasa Aman, Ini Waktu dan Cara yang Dianjurkan
Dampak Dehidrasi
Kekurangan asupan cairan dalam durasi yang lebih lama membawa konsekuensi fisik yang lebih nyata. Berikut adalah rincian dampaknya:
Fase 1 Jam: Penurunan konsentrasi ringan, terutama bagi individu di ruangan ber-AC atau yang melakukan aktivitas fisik.
Fase 3 Jam: Muncul gejala sakit kepala ringan, rasa lelah yang cepat datang, kulit kering, hingga perubahan warna urine menjadi lebih pekat.
Untuk Jangka Panjang: Kebiasaan kurang minum memicu risiko pembentukan batu ginjal akibat penumpukan mineral yang tidak terlarut, serta kelelahan kronis.
Kualitas dan Kemurnian Air
Selain frekuensi, kualitas air yang dikonsumsi turut menentukan kesehatan sistem ekskresi. Penelitian ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology & Biotechnology, Pakistan, Bint-E-Zahra, mengungkapkan bahwa konsumsi air murni mampu menekan risiko penurunan fungsi ginjal hingga 11 persen dibandingkan dengan minuman berwarna atau berperasa yang memicu sindrom metabolik.
Senada dengan temuan tersebut, Astrid Adelaide Siregar selaku Head of Marketing Amidis menekankan pentingnya proses pengolahan air untuk memastikan keamanan ginjal.
Ia menjelaskan bahwa teknologi seperti multifiltrasi dan distilasi berfungsi untuk mengeliminasi kontaminan melalui proses penguapan.
βProses multifiltrasi dan distilasi merupakan teknologi keamanan ekstra untuk menjaga ginjal. Uap air yang dihasilkan benar-benar murni untuk dikonsumsi,β ujarnya.
Penerapan pola minum yang konsisten dan pemilihan air tanpa kontaminan diharapkan dapat menjadi langkah preventif bagi masyarakat, khususnya pekerja aktif dan lansia, dalam menjaga fungsi ginjal dan kebugaran mental sehari-hari.]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini