Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB TDUKU β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K Β· FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hiburan

Minum Air Putih Tiap 2 Jam Cegah Risiko Batu Ginjal

minum air putih tiap 2 jam cegah risiko batu ginjal
Ilustrasi

Jakarta, Sinata.id – Menjaga hidrasi tubuh secara konsisten menjadi kunci utama dalam memelihara metabolisme dan fungsi organ vital.

Melansir CNN, dokter spesialis penyakit dalam, dr Cynthia Natalia mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi air putih secara rutin setiap satu hingga dua jam guna menghindari dampak buruk dehidrasi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Advertisement

Menurutnya, tubuh manusia mulai menunjukkan penurunan performa secara bertahap saat kekurangan cairan.

Meski tubuh dapat beradaptasi pada satu jam pertama tanpa air, fase berikutnya akan memicu penurunan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering serta berkurangnya kemampuan konsentrasi.

Dia menjelaskan, kurang minum air putih bukan hanya merasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh.

Baca Juga  Membersihkan Telinga Sembarangan Picu Cedera

Baca:Β Sikat Gigi Saat Puasa Aman, Ini Waktu dan Cara yang Dianjurkan

Dampak Dehidrasi

Kekurangan asupan cairan dalam durasi yang lebih lama membawa konsekuensi fisik yang lebih nyata. Berikut adalah rincian dampaknya:

Fase 1 Jam: Penurunan konsentrasi ringan, terutama bagi individu di ruangan ber-AC atau yang melakukan aktivitas fisik.

Fase 3 Jam: Muncul gejala sakit kepala ringan, rasa lelah yang cepat datang, kulit kering, hingga perubahan warna urine menjadi lebih pekat.

Untuk Jangka Panjang: Kebiasaan kurang minum memicu risiko pembentukan batu ginjal akibat penumpukan mineral yang tidak terlarut, serta kelelahan kronis.

Kualitas dan Kemurnian Air

Selain frekuensi, kualitas air yang dikonsumsi turut menentukan kesehatan sistem ekskresi. Penelitian ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology & Biotechnology, Pakistan, Bint-E-Zahra, mengungkapkan bahwa konsumsi air murni mampu menekan risiko penurunan fungsi ginjal hingga 11 persen dibandingkan dengan minuman berwarna atau berperasa yang memicu sindrom metabolik.

Baca Juga  Air Rebusan Herbal yang Diyakini Mendukung Kesehatan Ginjal

Senada dengan temuan tersebut, Astrid Adelaide Siregar selaku Head of Marketing Amidis menekankan pentingnya proses pengolahan air untuk memastikan keamanan ginjal.

Ia menjelaskan bahwa teknologi seperti multifiltrasi dan distilasi berfungsi untuk mengeliminasi kontaminan melalui proses penguapan.

β€œProses multifiltrasi dan distilasi merupakan teknologi keamanan ekstra untuk menjaga ginjal. Uap air yang dihasilkan benar-benar murni untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Penerapan pola minum yang konsisten dan pemilihan air tanpa kontaminan diharapkan dapat menjadi langkah preventif bagi masyarakat, khususnya pekerja aktif dan lansia, dalam menjaga fungsi ginjal dan kebugaran mental sehari-hari.]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini