Bekasi, Sinata.id – Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) yang melibatkan rangkaian KRL rute Bekasi–Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya. Insiden ini menyebabkan puluhan korban jiwa dan luka-luka serta mengganggu operasional perjalanan kereta.
Berawal dari Insiden di Perlintasan Sebidang
Menurut keterangan Kementerian Perhubungan, peristiwa bermula saat sebuah taksi listrik terhenti di perlintasan sebidang JPL 85 kawasan Bulak Kapal. Pada saat bersamaan, KRL relasi Bekasi–Cikarang melintas dan terjadi benturan dengan kendaraan tersebut.
Akibat insiden itu, rangkaian KRL mengalami gangguan dan harus dievakuasi. Kereta kemudian ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB) karena tidak dapat beroperasi sesuai jadwal normal.
Rangkaian KRL Lain Ikut Terdampak
Setelah kejadian awal, petugas menghentikan satu rangkaian KRL lain yang berada di jalur berbeda di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Rangkaian ini juga berstatus PLB dan berhenti di peron untuk menghindari risiko lanjutan.
Namun, kondisi di lapangan menjadi lebih kompleks ketika KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah Jakarta menuju Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya. Kereta tersebut akhirnya terlibat dalam insiden dengan rangkaian KRL yang sedang berhenti.
Evakuasi dan Penanganan Darurat
Menteri Perhubungan menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan korban. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan di lokasi kejadian.
Sementara itu, investigasi resmi diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan secara menyeluruh dan objektif.
PT KAI turut membuka posko darurat di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban serta memberikan informasi terkini terkait kondisi penumpang.
Data Korban dan Penanganan Lanjutan
Hingga Selasa siang, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi dan tidak ada lagi penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
Kepala Basarnas juga memastikan proses pencarian dan penyelamatan telah selesai dilakukan dengan kondisi area dinyatakan aman.(A07)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini