Jakarta, Sinata.id – Menjaga kebersihan gigi dan mulut tetap penting selama bulan Ramadan, meski banyak orang ragu menyikat gigi karena khawatir membatalkan puasa. Ahli kesehatan gigi menegaskan, praktik menyikat gigi aman asalkan dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat.
Mengutip rekomendasi American Dental Association, waktu ideal untuk menyikat gigi adalah sekitar 30 menit setelah makan. Dengan demikian, umat Muslim dianjurkan menyikat gigi setelah sahur dan setelah berbuka puasa. Menyikat gigi sebelum tidur juga dianjurkan untuk menjaga mulut tetap bersih sepanjang malam.
Kebersihan gigi penting untuk mencegah penumpukan plak dan karang gigi. Plak merupakan lapisan lengket yang menempel pada gigi dan mengandung bakteri. Jika tidak dibersihkan, bakteri dalam plak dapat menghasilkan asam yang merusak enamel gigi dan memicu gigi berlubang. Plak yang dibiarkan juga dapat mengeras menjadi karang gigi yang sulit dibersihkan.
Selain waktu menyikat gigi, pemilihan pasta gigi juga penting. ADA merekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluoride untuk membersihkan sisa makanan dan plak secara efektif.
Baca juga: Agar Puasa Tetap Bertenaga, Ini Panduan Memilih Menu Sahur
Dari sisi agama, menyikat gigi saat puasa diperbolehkan. Mayoritas ulama memandang bersiwak atau menyikat gigi sah dilakukan sebelum maupun setelah zawal (tergelincirnya matahari), asalkan tidak menelan air, pasta gigi, atau sisa makanan secara sengaja. Jika tertelan tidak sengaja, puasa tetap dianggap sah.
Selain menyikat gigi, ada beberapa tips menjaga kesehatan mulut selama Ramadan: membatasi konsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka untuk mengurangi risiko gigi berlubang, serta membersihkan lidah setiap hari karena bakteri penyebab bau mulut banyak menumpuk di permukaan lidah.
Dengan mengikuti waktu dan cara yang tepat, menjaga kebersihan gigi selama Ramadan tidak hanya aman bagi puasa, tetapi juga berperan penting menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini