Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hiburan

Membersihkan Telinga Sembarangan Picu Cedera

membersihkan telinga sembarangan picu cedera

Jakarta, Sinata.id – Kebiasaan membersihkan telinga secara mandiri dengan alat seperti cotton bud masih banyak dilakukan masyarakat, padahal praktik tersebut berisiko menimbulkan cedera dan gangguan kesehatan.

Temuan dari studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine menunjukkan sebagian besar responden rutin membersihkan telinga sendiri, dan tidak sedikit yang pernah mengalami luka akibat tindakan tersebut.

Advertisement

Secara medis, telinga memiliki mekanisme pembersihan alami. Lapisan kulit di dalam liang telinga akan mengelupas dan bergerak keluar secara perlahan sambil membawa serumen atau kotoran telinga. Proses ini memungkinkan telinga tetap bersih tanpa perlu intervensi hingga ke bagian dalam.

Namun, penggunaan cotton bud atau benda lain yang dimasukkan terlalu dalam justru dapat mendorong kotoran semakin masuk dan menumpuk.

Baca Juga  Waspada Ikan Asin Berformalin, Kenali Ciri-cirinya untuk Cegah Risiko Kesehatan

Kondisi ini dikenal sebagai cerumen impaction atau sumbatan kotoran telinga, yang menjadi penyebab utama munculnya keluhan, bukan karena telinga jarang dibersihkan.

Penumpukan serumen dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain nyeri, rasa gatal, sensasi penuh atau tersumbat pada telinga, hingga penurunan kemampuan mendengar.

Dalam kondisi tertentu, sumbatan juga dapat menghambat pemeriksaan medis dan berisiko berkembang menjadi infeksi telinga luar atau Otitis externa.

Terkait penggunaan cairan pembersih telinga, American Medical Association menyebutkan bahan seperti hidrogen peroksida dapat digunakan untuk membantu melunakkan kotoran dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, penggunaannya tidak disarankan secara sembarangan, terutama pada individu dengan riwayat operasi telinga, gendang telinga berlubang, atau keluhan seperti telinga kering dan iritasi karena dapat memperparah kondisi.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Waspada Ancaman Lemak Visceral, Intip Cara Atasinya

Selain kebersihan, faktor lain yang memengaruhi kesehatan telinga adalah paparan suara. Paparan kebisingan berlebih dalam jangka panjang diketahui dapat menyebabkan gangguan pendengaran, sehingga penggunaan pelindung telinga diperlukan pada lingkungan dengan intensitas suara tinggi.

Praktik yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan telinga meliputi membersihkan bagian luar telinga saja, tidak memasukkan benda ke dalam liang telinga, serta segera memeriksakan diri ke tenaga medis jika muncul keluhan.

Dalam banyak kasus, telinga justru dapat berfungsi optimal tanpa pembersihan berlebihan, selama mekanisme alaminya tidak terganggu. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini