Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Menkes Sebut Kanker Payudara Jadi Pembunuh Nomor 1 Perempuan

menkes sebut kanker payudara jadi pembunuh nomor 1 perempuan
Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jakarta, Sinata.id – Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan di Indonesia.

Meski demikian, ia menekankan bahwa peluang kesembuhan pasien dapat mencapai 90 persen jika penyakit tersebut terdeteksi sejak stadium awal.

Advertisement

Pernyataan tersebut disampaikan Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Budi menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi medis saat ini sangat efektif jika intervensi dilakukan sedini mungkin.

β€œIni khusus untuk wanita. Karena ini pembunuh nomor satu di kanker. Dengan teknologi sekarang, yang wanita kalau kanker payudara ketahuan stadium satu, itu 90 persen bisa disembuhkan,” ujar Budi.

Baca Juga  Sampah di Banyumas Jadi Genteng, Bisa Dipakai untuk Program Bedah Rumah

Sebaliknya, Menkes memperingatkan risiko fatal jika deteksi baru dilakukan pada fase lanjut.

Dia menyebutkan bahwa keterlambatan penanganan pada stadium tiga memiliki tingkat mortalitas yang sangat tinggi.

β€œTapi kalau ketahuan stadium tiga, 90 persen itu wafat,” ujarnya.

Budi menilai kendala utama penanganan kanker di Indonesia adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tanpa adanya gejala fisik yang nyata.

Menurutnya, strategi paling efektif adalah pemeriksaan dini sebelum muncul benjolan.

β€œSehingga strategi kanker sebenarnya sederhana, temukan sedini mungkin dan obati. Cuma orang-orang kita itu kalau nggak benjol duluan, dia nggak mau periksa,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjalankan proyek percontohan (pilot project) skrining kanker payudara di tingkat puskesmas dengan menggunakan teknologi ultrasonografi (USG).

Baca Juga  Juri Hafiz Quran Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan 5 Santri

Dari total 20.000 orang yang diperiksa dalam proyek tersebut, tercatat sebanyak 1.400 orang terdiagnosa kanker.

Budi menegaskan bahwa tanpa adanya deteksi dini dan intervensi medis segera, 1.400 perempuan tersebut dipastikan berada dalam risiko kematian.

β€œNah, ini bayangkan yang di abnormal baru 20.000. Kalau kita nanti masifkan, kemudian kita ikuti. Nah itu saya rasa bisa menyelamatkan banyak nyawa untuk wanita-wanita kita ya. Karena ini pembunuh nomor satu untuk cancer,” pungkasnya. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini