Jakarta, Sinata.id — Pemerintah kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan nasional di tengah panasnya perdebatan publik soal anggaran. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, memastikan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 tetap naik dan tidak dipangkas meski ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai kritik luas. Pernyataan ini disampaikan dalam respons resmi terhadap berbagai sorotan yang berkembang di masyarakat belakangan ini.
Mu’ti menegaskan bahwa anggaran pendidikannya tidak dikurangi satu rupiah pun demi mendukung keberlangsungan program yang mendorong asupan gizi siswa di sekolah tersebut. “Justru anggarannya bertambah setelah adanya MBG, karena mendapat dukungan tambahan dari Presiden melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT),” ujarnya, dikutip Minggu (22/2/2026).
Pernyataan Mendikdasmen ini muncul di tengah gejolak opini publik yang mempertanyakan apakah program MBG telah “menyerobot” porsi anggaran pendidikan dalam APBN 2026. Kritikus bahkan membawa persoalan ini ke tingkat Mahkamah Konstitusi dengan menggugat bahwa MBG membuat anggaran utama sektor pendidikan menjadi terpangkas.
Baca Juga: Tarif AS Dinilai Berantakan, Jepang Khawatirkan Dampak ke Industri Otomotif
Namun, Mu’ti dan sejumlah anggota parlemen dari Komisi X DPR RI membantah narasi tersebut. Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa dana untuk MBG ditempatkan pada pos yang terpisah dan tidak memengaruhi postur utama anggaran pendidikan. “Program MBG tidak mengganggu anggaran pendidikan, Presiden justru menambah alokasi untuk sarana, mutu pendidikan, dan kesejahteraan guru melalui ABT,” tutur Lalu.
Dalam paparannya, Mendikdasmen mengungkapkan beberapa program prioritas yang menjadi fokus penggunaan anggaran pendidikan 2026. Salah satunya adalah revitalisasi bangunan sekolah. Setidaknya lebih dari Rp14 triliun telah tercatat dalam APBN untuk memperbaiki fisik sekitar 11.470 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan usulan tambahan revitalisasi untuk 60.000 sekolah lagi yang diajukan ke pemerintah. Jika disetujui, total sekolah yang diperbaiki mencapai lebih dari 71.000 unit, mempercepat upaya peningkatan lingkungan belajar yang layak.
Selain itu, pemerintah juga terus menggulirkan Program Digitalisasi Pendidikan melalui bantuan perangkat interaktif seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID) yang mendukung pembelajaran modern dengan teknologi. Hingga kini, perangkat itu telah didistribusikan ke ratusan ribu sekolah di seluruh nusantara.
Menurut Mu’ti, capaian ini merupakan bukti bahwa komitmen negara terhadap pendidikan tidak hanya retoris, tetapi terejawantahkan dalam kebijakan. “Kami pastikan bahwa program prioritas seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi, dan dukungan beasiswa untuk tenaga pendidik tetap berjalan tanpa hambatan,” katanya.
Mu’ti juga menyoroti bahwa Program MBG sendiri kini telah menjangkau puluhan juta peserta didik di seluruh Indonesia, mendukung fokus belajar lewat asupan gizi yang lebih baik, yang dianggapnya sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan secara komprehensif. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini