Pematangsiantar, Sinata.id – Respons cepat aparat kepolisian kembali terlihat di Kota Pematangsiantar.
Tiga orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu diamankan dari sebuah rumah di Jalan Jintar Saragih, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, pada Selasa (28/4/2026) sore.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, jajaran Polsek Siantar Barat langsung bergerak dan melakukan penggerebekan sekitar pukul 17.30 WIB.
Di dalam rumah yang menjadi target, petugas mendapati tiga orang, yakni dua pria dan satu wanita. Ketiganya berinisial SAD (27), JP (45), dan MP (48), yang diketahui berasal dari wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
Saat penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penggunaan sabu, di antaranya alat isap (bong), kaca pireks, mancis, beberapa unit ponsel, serta uang tunai. Selain itu, turut diamankan satu unit sepeda motor tanpa pelat nomor.
Selanjutnya, ketiga orang tersebut dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine menunjukkan bahwa ketiganya positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Meski demikian, karena tidak ditemukan barang bukti narkotika saat penangkapan, ketiganya tidak langsung diproses hukum. Mereka kemudian diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar untuk menjalani asesmen medis.
Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP Irwanta Sembiring, menegaskan bahwa penanganan terhadap pengguna narkotika tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui rehabilitasi.
“Ketiganya telah kami serahkan ke BNNK Pematangsiantar untuk dilakukan asesmen medis. Karena tidak ditemukan barang bukti narkotika, sementara hasil tes urine menunjukkan positif, maka langkah rehabilitasi menjadi prioritas,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi. Menurutnya, kolaborasi antara warga dan aparat menjadi kunci penting dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam mengungkap kasus seperti ini. Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tuturnya. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini