Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Kebijakan Rayonisasi Beras Langgar Konstitusi

anggota komisi iv dpr ri dari fraksi pkb, daniel johan mengatakan, kebijakan rayonisasi beras melanggar konstitusi.
Daniel Johan

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan mengatakan, kebijakan rayonisasi beras melanggar konstitusi.

Katanya, pangan khususnya beras harus dikelola dengan baik dan adil. Ia menekankan, dengan ditetapkannya harga beras berdasarkan rayonisasi, berpotensi bertentangan dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Advertisement

“Harga beras di semua daerah harus sama, tidak boleh ada perbedaan dengan sistem rayonisasi, gak ada dasarnya, justru melanggar konstitusi. Justru daerah yang harga berasnya tinggi negara harus hadir memberikan subsidi sebagaimana halnya dengan BBM, pupuk dengan satu harga,” ujar Daniel Johan di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Parlementaria, Selasa (4/11/2025).

Daniel mengatakan, harga berbeda-beda berdasarkan rayon akan menyebabkan ketidakadilan bagi wilayah lain yang harganya lebih tinggi dibandingkan daerah lain yang jadi sentra produsen beras.

Baca Juga  Kemenag Segera Buka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2025–2030, Ini Tahapannya

Daerah yang defisit produksi, lanjutnya, akan mengalami kenaikan harga yang tinggi dan ini tidak boleh terjadi, dimana peran negara, dan program swasembada pangan justru bertentangan.

“Kami menolak gagasan rayonisasi harga beras ini. Ini tidak adil bagi masyarakat. Pemerintah harusnya membuat harga beras terjangkau bagi semua kalangan, bukan membeda-bedakan harga berdasarkan wilayah. Kami mendorong agar swasembada pangan ini tercapai dengan indikator harga beras terjangkau tidak ada gejolak harga di masyarakat,” cetus politisi PKB tersebut. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini