Tual, Sinata.id β Bentrokan antarwarga pecah di Kota Tual, Maluku, yang melibatkan kelompok masyarakat dari Desa Fiditan Baru dan Desa Fiditan Lama, Kecamatan Dullah Utara, pada Selasa (24/2). Insiden ini mengakibatkan Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, dan seorang warga mengalami luka akibat terkena anak panah.
Peristiwa bermula saat massa dari kedua desa bertetangga tersebut berkumpul di perbatasan dengan membawa senjata tajam, busur panah, hingga bom molotov. Ketegangan memuncak sekitar pukul 17.30 WIT ketika kedua kelompok mulai saling serang.
Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, yang terjun langsung ke lapangan untuk memimpin upaya mediasi dan melerai massa, justru menjadi korban. Sebuah anak panah mengenai lutut kaki kirinya saat ia berusaha meredam situasi.
βKapolres saat ini sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Anak panah yang menancap di kaki kiri telah berhasil dicabut oleh tim dokter,β ujar Kapolsek Dullah Utara, Iptu Elyas, Selasa malam.
Baca juga:Β Bripda Mesias Siahaya Dipecat, Kasus Aniaya Pelajar di Tual Gegerkan Publik
Selain Kapolres, seorang warga sipil bernama Rizki Taweatubun (19) juga dilaporkan menderita luka panah pada bagian kaki dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Karel Sadsuitubun.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, konflik ini dipicu oleh aksi saling sindir antarwarga di media sosial yang diperparah dengan konsumsi minuman keras (miras) jenis sopi. Gejolak mulai muncul sejak Senin (23/2) malam saat sebuah rumah kosong dibakar oleh massa.
Bentrokan kemudian meluas dan terjadi hingga tiga kali sepanjang hari Selasa. Akibat saling lempar bom molotov dan senjata tajam, sejumlah keluarga di sekitar lokasi dilaporkan sempat panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Pihak kepolisian sempat melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa yang kian beringas. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat (Rositah Umasugi), menyatakan bahwa personel Dalmas dan BKO dari Yon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pengamanan.
Sementara itu, kondisi keamanan berangsur kondusif sejak pukul 18.10 WIT. Warga kedua desa telah kembali ke rumah masing-masing setelah waktu berbuka puasa. Sedangkan aparat keamanan masih disiagakan secara ketat di titik perbatasan untuk mengantisipasi adanya provokasi susulan. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini