Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Junico Siahaan: Kritik Pers Itu Wajar, Pemerintah Tak Boleh Menekan Jurnalis

junico siahaan: kritik pers itu wajar, pemerintah tak boleh menekan jurnalis
Junico Siahaan

Jakarta, Sinata.id – Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Januari selalu menjadi momen penting bagi para insan pers untuk melihat kembali peran mereka dalam menghadirkan informasi bagi publik.

Menyikapi momentum tersebut, Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan menekankan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis, sekaligus menjaga keseimbangan karya jurnalistik yang kritis namun tetap berimbang.

Advertisement

“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto bisa menjamin keamanan para jurnalis di lapangan. Mereka harus dilindungi pemerintah,” ujar Nico, sapaan akrab Junico, saat ditemui di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Bagi Junico, kritik terhadap pemerintah bukanlah hal yang asing dalam sebuah demokrasi. Ia menekankan bahwa karya jurnalistik yang bersifat kritis seharusnya diterima dengan bijak, tanpa upaya penekanan terhadap para wartawan.

Baca Juga  Raih Emas Sea Games, Riyan Jefri Sering Mencuci Kaki Ibu-nya

“Evaluasi dan kritik itu wajar. Pemerintah maupun DPR tidak boleh alergi terhadap kritik. Pendekatan yang humanis jauh lebih tepat dibanding cara-cara represif,” jelasnya.

Selain itu, Junico juga menyoroti tantangan baru yang muncul di era digital. Ia menekankan perlunya seleksi SDM jurnalistik yang ketat, agar karya jurnalistik tetap terjaga dari penyalahgunaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

“Perkembangan teknologi berjalan cepat, dan etika penggunaannya, khususnya AI, belum sepenuhnya diatur. Oleh karena itu, rekrutmen SDM harus ekstra hati-hati,” tuturnya.

Mengakhiri pernyataannya, legislator Fraksi PDI-Perjuangan ini menekankan pentingnya kreativitas yang bijak di kalangan jurnalis modern. Menurutnya, inovasi dalam berkarya harus tetap berada dalam koridor norma dan etika jurnalistik.

Baca Juga  BMKG Ungkap 13 Segmen Megathrust Ancam Indonesia, Ini Daftarnya

“Jangan sampai kreativitas melampaui batas-batas etika jurnalisme,” pungkasnya. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini