Jakarta, Sinata.id – Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Januari selalu menjadi momen penting bagi para insan pers untuk melihat kembali peran mereka dalam menghadirkan informasi bagi publik.
Menyikapi momentum tersebut, Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan menekankan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis, sekaligus menjaga keseimbangan karya jurnalistik yang kritis namun tetap berimbang.
“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto bisa menjamin keamanan para jurnalis di lapangan. Mereka harus dilindungi pemerintah,” ujar Nico, sapaan akrab Junico, saat ditemui di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Bagi Junico, kritik terhadap pemerintah bukanlah hal yang asing dalam sebuah demokrasi. Ia menekankan bahwa karya jurnalistik yang bersifat kritis seharusnya diterima dengan bijak, tanpa upaya penekanan terhadap para wartawan.
“Evaluasi dan kritik itu wajar. Pemerintah maupun DPR tidak boleh alergi terhadap kritik. Pendekatan yang humanis jauh lebih tepat dibanding cara-cara represif,” jelasnya.
Selain itu, Junico juga menyoroti tantangan baru yang muncul di era digital. Ia menekankan perlunya seleksi SDM jurnalistik yang ketat, agar karya jurnalistik tetap terjaga dari penyalahgunaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
“Perkembangan teknologi berjalan cepat, dan etika penggunaannya, khususnya AI, belum sepenuhnya diatur. Oleh karena itu, rekrutmen SDM harus ekstra hati-hati,” tuturnya.
Mengakhiri pernyataannya, legislator Fraksi PDI-Perjuangan ini menekankan pentingnya kreativitas yang bijak di kalangan jurnalis modern. Menurutnya, inovasi dalam berkarya harus tetap berada dalam koridor norma dan etika jurnalistik.
“Jangan sampai kreativitas melampaui batas-batas etika jurnalisme,” pungkasnya. (A18)
Sumber: Parlementaria









Jadilah yang pertama berkomentar di sini