Pematangsiantar, Sinata.id – Riyan Jefri Lumbanbatu raih emas kick boxing SEA Games 2025 Thailand. Prestasi itu turut membuat orang tuanya (ibunya), Santina boru Siregar bangga dan bersyukur.
Ditemui di rumahnya, Jalan Cornel Simanjuntak, Kota Pematangsiantar, Santina yang kini berusia 52 tahun mengisahkan perjuangan Riyan, anak sulungnya.
Santina menuturkan perjalanan panjang Riyan, sejak ayah Riyan meninggal pada 5 Desember 2024 yang lalu. Selama satu tahun ini, Riyan Jefri selalu bekerja keras untuk meraih prestasi.
Panggilan Pelatihan Nasional (Platnas) ia penuhi, sejak satu tahun lalu, pasca PON. “Setahun dia di Platnas, tidak jumpa kami. Pas dia pulang tanggal 5 Desember 2024, itu pas ayahnya meninggal. Kami makamkan di Dolok Sanggul,” tutur Santina.
Sejak ayahnya meninggal, Riyan Jefri turut memikul tanggung jawab sebagai anak tertua. Ia menafkahi ibu dan 4 adiknya yang masih sekolah dan kuliah.
“Setiap bulan dia kirim uang belanja dan biaya adik-adiknya. Bapaknya tidak ada pensiun. Jadi dia yang tanggung semuanya,” sebut Santina.
Sedangkan Santina, tidak memiliki pekerjaan tetap. “Saya tukang kusuk, kadang seminggu cuma satu orang. Buat kue basah, kerja katering, bersih-bersih rumah orang, apa saja saya kerjakan,” sebutnya.
Dikisahkan Santina, Riyan merupakan anak yang baik. Ia selalu menelepon dirinya, untuk meminta doa. Itu dilakukan Riyan menjelang pertandingan.
Bahkan, Riyan juga tidak jarang melakukan membasuh (mencuci) kaki ibu-nya. Itu dilakukan, karena Riyan meyakini, doa ibu merupakan kekuatan.
“Katanya, doakan aku, Mak. Doa ibu itu kuat. Biasanya sebelum tanding dia selalu cuci kakiku. Tapi kali ini dia jauh,” ucap Santina sambil tersenyum kecil.
Wanita 52 tahun ini mengenang, saat Riyan bertanding tanpa pamit dan meminta doa kepada ibunya tersebut. “Waktu itu dia kalah,” ujar Santina.
Sementara, lebih lanjut Santina menjelaskan, begitu memenangkan pertandingn dan dipastikan meraih emas Sea Games, dari ruang ganti, Riyan menelepon dirinya. “Katanya, setahun bapak pergi, ini hadiah Natal untuk bapak,” ujar Santina, meniru ucapan Riyan kepadanya.
Kini, dari hasil jerih payahnya, Riyan telah membeli rumah kecil di Bombongan, Pematangsiantar. Rencananya, mereka akan pindah ke Bombongan, setelah Riyan kembali ke Pematangsiantar. (*)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini