Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi telah mengidentifikasi puluhan korban akibat kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Total sebanyak 53 korban berhasil didata, terdiri dari korban meninggal dunia dan luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya adalah perempuan dengan identitas sebagai berikut:
- Nuryati (62 tahun)
- Enggar Retno K (35 tahun)
- Nurlaela (30 tahun)
Sementara itu, 50 korban lainnya mengalami berbagai tingkat luka. Sejumlah korban telah mendapatkan penanganan medis intensif, sebagian dirujuk ke rumah sakit lain, dan beberapa sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.
Pihak rumah sakit bersama tim gabungan masih terus melakukan penanganan terhadap korban, termasuk proses evakuasi dan identifikasi lanjutan.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh dan KRL tersebut mencapai lima orang. Selain itu, masih terdapat sekitar tiga korban yang belum berhasil dievakuasi karena masih terjepit di lokasi kejadian.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga saat ini puluhan korban telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit. βKorban yang sudah mendapatkan observasi medis mencapai 79 orang dan tersebar di sembilan rumah sakit,β ujarnya.
Proses evakuasi di lokasi kecelakaan masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas dan petugas terkait. Kendala teknis di lapangan menjadi tantangan dalam upaya penyelamatan korban yang masih terjebak.
Insiden ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan operator kereta api, untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal serta investigasi penyebab kecelakaan segera dilakukan.(Ao7)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini