Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

Harga Bahan Pokok di Pasar Dwikora Meroket, Warga Mulai Kurangi Belanja Harian

harga bahan pokok di pasar dwikora meroket, warga mulai kurangi belanja harian
Ririn Nainggolan, pedagang di Pasar Tradisional Dwikora, saat ditemui di lokasi pasar, Jumat (15/5/2026). (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali dikeluhkan masyarakat.

Sejumlah komoditas dapur di Pasar Tradisional Dwikora, Kota Pematangsiantar, mengalami lonjakan harga cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, mulai dari cabai, bawang, hingga tomat.

Advertisement

Berdasarkan pantauan di pasar pada Jumat (15/5/2026), harga cabai merah kini mencapai Rp36 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp12 ribu per kilogram. Cabai rawit juga naik menjadi Rp28 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp20 ribu, sementara cabai hijau dijual di kisaran Rp20 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah yang melonjak dari Rp20 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sementara bawang putih dijual Rp32 ribu per kilogram.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Bupati Simalungun Sidak Pasar Serbelawan, Ini Hasil Cek Harga Sembako

Tomat menjadi komoditas dengan kenaikan paling tinggi. Harga tomat yang sebelumnya Rp8 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Para pedagang mengaku kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli di pasar menjadi lesu. Banyak pembeli memilih mengurangi jumlah belanja karena harga kebutuhan dapur dinilai terlalu mahal.

Salah seorang pedagang, Ririn Nainggolan, mengatakan lonjakan harga turut berdampak pada penurunan omzet pedagang. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih membeli kebutuhan dapur dalam jumlah kecil agar pengeluaran tetap terjangkau.

“Pembeli sekarang lebih hemat. Biasanya beli banyak, sekarang hanya seperlunya karena harga cabai, bawang, dan tomat naik semua,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya.

Baca Juga  RUPS ADRO 2026 Setujui Buyback Rp5 Triliun dan Dividen Jumbo USD447,5 Juta

Ia menilai kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan barang ke pasar tradisional. Sejumlah hasil pertanian disebut langsung disalurkan ke pihak lain sehingga stok di pasar menjadi terbatas.

“Pasokan sekarang susah masuk ke pasar. Itu yang membuat harga semakin tinggi,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Sagita, salah seorang warga yang berbelanja di Pasar Dwikora. Ia mengaku kenaikan harga bahan pokok sangat membebani ekonomi keluarga.

“Hampir semua bahan dapur naik. Tomat saja sekarang sampai Rp25 ribu per kilo. Belanja jadi jauh lebih mahal,” keluhnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok agar kondisi tidak semakin membebani warga, khususnya masyarakat kecil yang bergantung pada pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (SN10)

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Serahkan Bonus kepada Atlet Berprestasi PON XXI dan Popprovsu 2024

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini