Jakarta, Sinata.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada Jumat, 17 April 2026 dengan sejumlah keputusan penting yang menarik perhatian investor. Salah satu agenda utama yang disetujui adalah aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal mencapai Rp5 triliun.
Perseroan menegaskan bahwa angka tersebut merupakan batas dana yang disiapkan, bukan jumlah saham yang akan dibeli. Keputusan ini memberikan fleksibilitas kepada Direksi untuk menentukan waktu dan harga pembelian sesuai kondisi pasar. Langkah buyback ini umumnya dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham di tengah fluktuasi pasar.
Pelaksanaan buyback ini mengacu pada aturan Otoritas Jasa Keuangan melalui Peraturan Nomor 29 Tahun 2023. Jumlah saham yang akan dibeli nantinya akan sangat bergantung pada pergerakan harga saham ADRO selama periode aksi korporasi berlangsung.
Selain itu, RUPS juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar USD447,69 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar USD447,5 juta atau 99,96 persen ditetapkan sebagai dividen tunai bagi pemegang saham.
Sebelumnya, perusahaan telah membagikan dividen interim sebesar USD250 juta pada Januari 2026. Sementara sisa dividen sebesar USD197,5 juta akan dibagikan sebagai dividen final, meskipun jadwal resminya masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik anggota jaringan PricewaterhouseCoopers dengan opini wajar tanpa pengecualian.
Persetujuan ini sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab penuh kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Tak hanya itu, RUPS juga menetapkan kembali auditor eksternal untuk tahun buku 2026 serta memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris dalam menentukan remunerasi Direksi dan Komisaris, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan.
Perubahan anggaran dasar juga turut disetujui, termasuk penyesuaian struktur permodalan akibat penarikan kembali saham hasil buyback sebelumnya sebanyak 589 juta lembar saham. Dengan perubahan tersebut, total modal ditempatkan dan disetor kini menjadi sekitar 28,8 miliar saham.
Secara keseluruhan, RUPS ADRO tahun ini membahas tujuh agenda utama, mulai dari laporan tahunan, penggunaan laba, pembagian dividen, hingga aksi buyback dan penyesuaian kegiatan usaha.
Keputusan-keputusan strategis ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat fundamental bisnis di tengah dinamika industri.(A07)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini