Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hukum & Peristiwa

Diduga Rencana Pembunuhan di Pematangsiantar Terekam CCTV, Korban Lapor Polisi

diduga rencana pembunuhan di pematangsiantar terekam cctv, korban lapor polisi
Korban SZ menunjukkan bagian tubuhnya yang terluka. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Seorang pria berinisial SZ (33) mengaku menjadi korban dugaan ancaman pembunuhan yang terekam kamera CCTV di sebuah warung kopi (warkop) yang sebelumnya ia kelola.

Dalam rekaman tersebut, disebutkan adanya percakapan yang mengarah pada rencana menghilangkan nyawa korban, termasuk upaya untuk menghilangkan jasadnya. Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (1/5/2026).

Advertisement

“Dari rekaman CCTV itu terdengar ada rencana pembunuhan, bahkan dibahas agar jasad tidak ditemukan,” ujar SZ saat ditemui, Selasa (7/4/2026).

SZ menjelaskan, permasalahan bermula dari kerja sama pengelolaan warkop dengan sistem bagi hasil. Namun, seiring berjalannya waktu, keuntungan usaha tersebut dinilai tidak sebanding.

“Total keuntungan hanya Rp61 ribu, itu pun belum termasuk biaya gaji pekerja,” ungkapnya.

Baca Juga  Banjir Kembali Rendam 9 Titik di Pematangsiantar, ILAJ Desak Evaluasi Drainase dan Kinerja Pemko

Ia menambahkan, lahan dan bangunan warkop disewa oleh pihak lain berinisial IAT, sementara dirinya bertanggung jawab atas penyediaan bahan baku dan peralatan.

Selain persoalan usaha, konflik juga dipicu masalah tempat tinggal. Rumah yang ditempati SZ diketahui atas nama dr. JAS, sementara pembayaran kredit pemilikan rumah (KPR) ditanggung oleh SZ.

“Rumah ini atas nama dr. JAS, tapi saya yang membayar KPR dan renovasi. Karena itu, mereka bersikeras atas kepemilikan,” jelasnya.

SZ mengaku telah menempati rumah tersebut selama sekitar satu tahun.

Diduga Berujung Pengeroyokan

Sebelumnya, SZ juga mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di teras rumahnya pada Minggu (5/4/2026) malam.

Ia menyebut sejumlah pelaku, di antaranya diduga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, yakni dr. JAS (dokter spesialis forensik), IAT (pegawai pajak di Tanjung Pinang), serta beberapa orang lainnya.

Baca Juga  Meliput Tambang Ilegal, Ponsel Wartawan Dibuang ke Situ di Subang

Peristiwa bermula sekitar pukul 23.30 WIB, saat korban bersama keluarga sedang beristirahat. Tiba-tiba, rombongan pelaku datang menggunakan dua mobil dan memanggil korban dengan suara keras.

“Awalnya kami di dalam rumah, lalu mereka datang dan menggedor pintu,” ujar SZ.

Situasi kemudian memanas hingga berujung kekerasan. SZ mengaku menjadi sasaran pemukulan secara bersama-sama.

“Kepala saya dibenturkan ke dinding, lalu mereka memukul dan menginjak saya,” katanya.

Laporan Polisi

Atas kejadian tersebut, SZ telah membuat laporan resmi ke Polres Pematangsiantar pada Senin (6/4/2026)  dini hari. Ia menegaskan tidak akan menempuh jalur damai.

“Saya tidak akan berdamai. Saya ingat betul kejadian itu,” tegasnya.

Ia berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional.

Baca Juga  Harga Cabai Turun di Siantar, Warga Senang Tapi Petani Mengeluh

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Pematangsiantar belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.

Sementara itu, dr. JAS melalui pesan singkat menyatakan bahwa dirinya hanya berupaya melerai pertikaian yang terjadi. (SN14)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini