Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hukum & Peristiwa

Meliput Tambang Ilegal, Ponsel Wartawan Dibuang ke Situ di Subang

meliput tambang ilegal, ponsel wartawan dibuang ke situ di subang
Petugas Damkar temukan ponsel wartawan yang dibuang ke Situ.

Subang, Sinata.id – Dugaan intimidasi terhadap wartawan Pasundan Ekspres, Hadi Martadinata, terjadi saat yang bersangkutan menjalankan peliputan terkait aktivitas penambangan ilegal di wilayah Kasomalang, Kabupaten Subang.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu (21/1/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Situ Cigayonggong, Desa Kasomalang Kulon.

Advertisement

Peristiwa bermula ketika Hadi menerima panggilan telepon dari seseorang yang diduga merupakan oknum ketua organisasi masyarakat setempat.

Dalam percakapan tersebut, Hadi diminta untuk datang dan bertemu di kawasan Situ Cigayonggong, tepatnya di Saung Baladewa.

“Saya dihubungi dan diajak bertemu di Situ Cigayonggong. Saat itu nada bicaranya terdengar marah,” ujar Hadi, Kamis (22/1/2026).

Sebelum mendatangi lokasi, Hadi sempat menanyakan apakah pertemuan tersebut hanya akan dihadiri oleh orang yang menghubunginya.

Baca Juga  MMP-SU Desak Transparansi, Narkoba di Batu Bara Dinilai Tak Tersentuh

Ia mengaku mendapat jawaban bahwa oknum tersebut akan datang sendiri. Namun, setibanya di lokasi, Hadi mendapati orang tersebut hadir bersama rekannya.

Menurut Hadi, pertemuan berlangsung singkat. Saat baru mulai berbincang, tiba-tiba ponsel miliknya dilempar ke Situ Cigayonggong tanpa penjelasan apa pun.

“Saya datang sendiri. Baru berbincang sebentar, tiba-tiba ponsel saya dilempar ke Situ Cigayonggong tanpa penjelasan apa pun,” katanya.

Akibat kejadian itu, ponsel Hadi hilang. Ia kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Subang untuk meminta bantuan pencarian.

Proses pencarian dilakukan pada Kamis (22/1/2026) dengan melibatkan empat penyelam.

Komandan Regu Rescue Damkar Subang, Cucu Suherman, mengatakan pencarian dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga  Warga Alami Luka Kepala, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan di Pinang Mancung

“Pencarian dimulai pukul 10.00 WIB dan sekitar pukul 12.00 WIB ponsel berhasil ditemukan,” ujarnya.

Hadi memastikan tidak mengalami kekerasan fisik dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, ia menyebut adanya tekanan psikologis yang dirasakan oleh istri dan keluarganya.

“Tidak ada kekerasan fisik, tetapi keluarga merasa tertekan,” tuturnya.

Kasus ini mendapat perhatian dari DPRD Subang. Anggota DPRD Subang dari Fraksi NasDem, Hendra Purnawan, menilai dugaan peristiwa tersebut sebagai bentuk yang berpotensi menghambat kerja jurnalistik.

“Selama teman-teman jurnalis bekerja sesuai prinsip jurnalistik, sangat memalukan jika ada tindakan yang terkesan menghambat atau membungkam kerja pers,” ujar Hendra, Kamis (22/1/2026).

Ia menekankan bahwa pemberitaan yang disusun berdasarkan data akurat, berimbang, dan faktual merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dalam sistem demokrasi.

Baca Juga  Mobil Xpander Tertabrak Kereta Api di Tapian Dolok, Dua Wanita Luka

“Yang terpenting data yang disajikan benar, berimbang, dan ada ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Hadi menyatakan berencana melaporkan dugaan intimidasi itu ke Polsek Jalancagak untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini