Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB TDUKU β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K Β· FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Banjir Kembali Rendam 9 Titik di Pematangsiantar, ILAJ Desak Evaluasi Drainase dan Kinerja Pemko

banjir kembali rendam 9 titik di pematangsiantar, ilaj desak evaluasi drainase dan kinerja pemko
Ketua ILAJ, Fawer Sihite (kanan), menyoroti persoalan drainase dan tata kelola air di Kota Pematangsiantar menyusul banjir yang kembali terjadi di sembilan titik. Ia mendorong Pemerintah Kota yang dipimpin Wali Kota Wesly Silalahi (kiri) untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan langkah konkret guna mengatasi banjir berulang. (Foto: Kolase)

Pematangsiantar, Sinata.id – Sejumlah ruas jalan di Kota Pematangsiantar kembali dilanda banjir setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Sedikitnya sembilan titik genangan terpantau, memicu perhatian berbagai pihak terhadap sistem pengelolaan tata kota, khususnya drainase.

Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menilai banjir yang terjadi berulang tidak semata disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan juga berkaitan dengan persoalan infrastruktur yang belum tertangani secara optimal.

Advertisement

β€œPermasalahan ini perlu dilihat secara menyeluruh. Selain curah hujan, kondisi drainase dan tata kelola air di perkotaan menjadi faktor penting yang harus dibenahi,” ujarnya, Selasa.

Adapun sejumlah titik yang dilaporkan terdampak banjir antara lain Jalan Ade Irma, Jalan Adam Malik, Jalan Wahidin, Jalan Gereja, Jalan Vihara, Jalan Merdeka, Jalan Medan, Jalan Rakuta Sembiring, serta kawasan Lorong 7 Parluasan.

Baca Juga  Ketika Darah Tumpah, Negara Tak Boleh Diam

Menurut Fawer, penanganan banjir memerlukan langkah terukur dan berkelanjutan, termasuk perbaikan sistem drainase, penataan trotoar, serta pengelolaan aliran air yang terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah dalam merespons keluhan masyarakat di lapangan.

Selain itu, ia mencatat adanya perbandingan yang berkembang di tengah masyarakat terkait penanganan infrastruktur kota pada periode kepemimpinan sebelumnya. Hal tersebut, menurutnya, menjadi masukan yang perlu diperhatikan dalam evaluasi kebijakan saat ini.

Menanggapi kondisi tersebut, ILAJ mendorong Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang terjadi berulang.

Upaya penanganan yang komprehensif dinilai penting guna meminimalisir dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. (SN7)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini