Pematangsiantar, Sinata.id β Sejumlah ruas jalan di Kota Pematangsiantar kembali dilanda banjir setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Sedikitnya sembilan titik genangan terpantau, memicu perhatian berbagai pihak terhadap sistem pengelolaan tata kota, khususnya drainase.
Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menilai banjir yang terjadi berulang tidak semata disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan juga berkaitan dengan persoalan infrastruktur yang belum tertangani secara optimal.
βPermasalahan ini perlu dilihat secara menyeluruh. Selain curah hujan, kondisi drainase dan tata kelola air di perkotaan menjadi faktor penting yang harus dibenahi,β ujarnya, Selasa.
Adapun sejumlah titik yang dilaporkan terdampak banjir antara lain Jalan Ade Irma, Jalan Adam Malik, Jalan Wahidin, Jalan Gereja, Jalan Vihara, Jalan Merdeka, Jalan Medan, Jalan Rakuta Sembiring, serta kawasan Lorong 7 Parluasan.
Menurut Fawer, penanganan banjir memerlukan langkah terukur dan berkelanjutan, termasuk perbaikan sistem drainase, penataan trotoar, serta pengelolaan aliran air yang terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah dalam merespons keluhan masyarakat di lapangan.
Selain itu, ia mencatat adanya perbandingan yang berkembang di tengah masyarakat terkait penanganan infrastruktur kota pada periode kepemimpinan sebelumnya. Hal tersebut, menurutnya, menjadi masukan yang perlu diperhatikan dalam evaluasi kebijakan saat ini.
Menanggapi kondisi tersebut, ILAJ mendorong Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang terjadi berulang.
Upaya penanganan yang komprehensif dinilai penting guna meminimalisir dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. (SN7)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini