Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

AS Tangkap Keponakan Qassem Soleimani di Los Angeles, Langsung Diproses Deportasi

as tangkap keponakan qassem soleimani di los angeles, langsung diproses deportasi
Hamideh Soleimani Afshar. (reuters)

Los Angeles, Sinata.id – Otoritas Amerika Serikat (AS) menangkap kerabat mendiang komandan militer Iran, Qassem Soleimani, yang tinggal di Los Angeles.

Penangkapan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Advertisement

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa keponakan Soleimani, Hamideh Soleimani Afshar, bersama putrinya kini berada dalam tahanan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengonfirmasi bahwa keduanya tengah menjalani proses deportasi setelah status penduduk tetap sah (green card) mereka dicabut.

“Pemerintah tidak akan membiarkan negara ini menjadi tempat bagi warga asing yang mendukung rezim yang dianggap bermusuhan dengan Amerika Serikat,” ujar Rubio dalam pernyataan resminya seperti dilansir dariTtheguardian, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga  Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste, Ketegangan ASEAN Meningkat

Pejabat AS menuduh Hamideh Soleimani Afshar merayakan serangan terhadap personel militer AS serta menunjukkan dukungan terhadap Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Selain itu, ia juga disebut memuji kepemimpinan Iran dan mengungkapkan dukungan terhadap kebijakan pemerintah Iran, termasuk melalui unggahan di media sosial.

Pemerintah AS menilai aktivitas tersebut bertentangan dengan kepentingan nasional, terutama di tengah konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah AS yang memperketat pengawasan terhadap warga negara asing yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pihak yang dianggap sebagai musuh negara.

Selain mencabut status hukum Hamideh dan putrinya, pemerintah AS juga melarang suaminya untuk memasuki wilayah AS.

Baca Juga  PM Narendra Modi Teken Sejumlah Keputusan Awal di Kantor Baru, Fokus pada Petani, UMKM, dan Start up

Dalam kebijakan terpisah, Departemen Luar Negeri juga mencabut status hukum sejumlah warga negara Iran lainnya, termasuk keluarga pejabat tinggi Iran.

Qassem Soleimani merupakan komandan Pasukan Quds dari IRGC, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad pada Januari 2020.

Saat itu, ia dikenal sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Iran dan memiliki peran strategis dalam berbagai operasi militer di kawasan Timur Tengah.

Kematian Soleimani memicu ketegangan antara Iran dan AS, yang hingga kini masih berdampak pada hubungan kedua negara. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini